Kamis, 22 Agustus 2019 – 16:57 WIB

Buah Leci Diduga Sebabkan Kematian 103 Anak di India

Rabu, 19 Juni 2019 – 18:12 WIB
Buah Leci Diduga Sebabkan Kematian 103 Anak di India - JPNN.COM

jpnn.com, PATNA - Babia Devi menangis tersedu. Dia tak kuat menahan kesedihan mengetahui bakal kehilangan putri kecilnya, Munni. Bocah berusia 5 tahun tersebut kini dirawat di Shri Krishna Medical College, Distrik Muzaffarpur, Bihar, India, dengan dugaan menderita radang otak akut. Buah leci diduga jadi awal tragedi ini.

''Dokter mengatakan bahwa Munni tidak akan bisa bertahan hidup,'' ujar Devi sesenggukan. Jumat (14/6) Munni baik-baik saja. Tetapi, keesokan harinya badannya panas. Devi langsung membawa putrinya tersebut ke rumah sakit. Tetapi, sejak tiba di rumah sakit hingga kemarin (18/6), Munni tak kunjung membuka mata. Kondisinya tidak membaik sama sekali.

Devi maupun dokter tidak tahu apa yang menyebabkan anaknya tak sadarkan diri. Munni bukan satu-satunya. Ada ratusan anak lainnya di Muzaffarpur yang meng­alami hal serupa. Sebanyak 103 anak meninggal karena menderita penyakit acute encephalitis syndrome (AES) alias radang otak akut. Lebih dari 200 anak masih dirawat di rumah sakit.

''Dalam dua hari terakhir, tidak ada anak-anak yang sembuh di rumah sakit ini. Semua meninggal,'' ujar Ruby Khatoon. Putranya, Tamanna, dirawat di Muzzaffarpur Medical College dengan gejala radang otak akut. Khatoon takut putranya yang berusia 4 tahun tersebut menjadi korban meninggal.

Penduduk dan para orang tua di Muzaffarpur berang. Mereka menuding pemerintah setempat bertindak terlalu lambat dan tak peduli dengan penyakit mematikan yang kini diidap ratusan anak itu.

Mereka kian marah ketika Menteri Kesehatan Bihar Mangal Pandey justru bertanya tentang skor pertandingan kriket India melawan Pakistan kepada para jurnalis saat menggelar siaran pers terkait penyakit (AES) yang kini mewabah.

Kepala Pemerintahan Bihar Nitihs Kumar bahkan baru kemarin mengunjungi para penderita di Sri Krishna Medical College. Padahal, puluhan kematian terjadi sejak awal Juni. ''Anak-anak sekarat karena kurangnya obat-obatan dan perawatan,'' cuit tokoh oposisi Rabri Devi sebagaimana dikutip AFP.

AES terjadi setiap tahun saat musim panas di Muzaffarpur sejak 1995. Biasanya penyakit tersebut memwabah berbarengan dengan musim panen buah leci. Dalam penelitian yang dirilis pada 2015, sebanyak 390 anak yang sakit diobservasi. Para peneliti me­nyimpulkan bahwa leci menjadi penyebab kematian mayoritas penderita.

Sumber : Jawa Pos
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar