Buka Keran Impor Ayam AS, Pemerintah Pastikan Industri Domestik Tak Dikorbankan
jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menegaskan terbukanya keran impor produk ayam AS ke Indonesia tidak akan mengorbankan industri domestik.
Pernyataan tersebut disampaikan sehubungan dengan dinamika dalam Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia - Amerika Serikat atau The Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Dalam skema perjanjian tersebut, Indonesia diketahui menjanjikan kebijakan untuk membuka akses pasar bagi produk ayam asal Amerika Serikat.
Haryo merinci salah satu komponen utama dalam kebijakan ini terkait importasi produk ayam dalam bentuk ayam hidup atau live poultry.
Importasi ini secara spesifik ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Grand Parent Stock (GPS) di tanah air.
Volume impor untuk GPS tersebut tercatat sebanyak 580.000 ekor, dengan estimasi nilai importasi berada pada kisaran angka USD 17 juta hingga USD 20 juta.
"GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di
Indonesia," kata Haryo, dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2).
Pemerintah memastikan terbukanya keran impor produk ayam AS ke Indonesia tidak akan mengorbankan industri domestik.
- AS dan Iran Saling Serang, Donald Trump Sesumbar
- Kondisi di Selat Hormuz Setelah AS Menyerang Lagi
- Live Streaming VNL 2026 Wanita Thailand Vs Amerika Serikat
- Angkatan Bersenjata Iran Janji Beri Tanggapan Tegas Atas Serangan AS
- China Uji Coba Rudal Balistik ke Arah Pasifik, AS Sangat Khawatir
- 16 Besar Piala Dunia 2026: AS Sempat Tertawa, tetapi Belgia Bikin Gol Lagi
JPNN.com




