Bukan Cuma Jadi Pemain, ILeague Ungkap Profesi Menjanjikan di Balik Industri Sepak Bola
"Di balik angka itu, sebenarnya banyak profesi yang membutuhkan tenaga ahli, mulai dari yang berbasis keolahragaan hingga yang spesifik di industri olahraga," jelasnya.
Dia menegaskan bahwa kesejahteraan di dunia sepak bola tidak hanya diraih para pemain. Profesi-profesi non-atlet justru berkembang seiring modernisasi kompetisi.
"Kalau punya passion di sepak bola, tidak harus jadi atlet. Ada medical officer untuk mahasiswa kesehatan, media officer bagi yang berlatar komunikasi, marketing officer untuk mahasiswa bisnis dan ekonomi, hingga Local Organizing Committee (LOC) bagi mereka dari bidang olahraga," paparnya.
Pada setiap penyelenggaraan ILeague Goes to Campus, ILeague membuka kelas-kelas workshop dengan maksimal 50 peserta per kelas. Pemilihan peserta disesuaikan dengan minat maupun latar belakang akademik.
Program ini sebelumnya digelar di Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Setelah UPI, ILeague akan melanjutkan agenda ke Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Lampung, hingga Universitas Airlangga.
Hanif menegaskan bahwa sasaran kegiatan ini bukan hanya mahasiswa olahraga.
"Intinya kami memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai bagaimana kompetisi olahraga dikelola."
I League Goes to Campus di UPI bongkar peluang karier di industri sepak bola, dari atlet hingga profesi non-pemain seperti marketing, media, dan data analis.
- I League Rilis Lis Stadion, Persija Daftarkan GBK dan JIS Jadi Kandang Musim Depan
- Inikah Sinyal Shin Tae Yong Bakal Melatih Persija?
- Hattrick Juara, Persib Terima Rp 1 Miliar dari Dedi Mulyadi
- Alasan Persebaya Melepas Bruno Paraiba
- Persija Pecat Mauricio Souza, Siapa Penggantinya?
- Bhayangkara FC Finis Lima Besar, Paul Munster Pasang Target Tinggi Musim Depan
JPNN.com




