Bukan Hanya di Indonesia, Sistem Kelistrikan Negara Maju juga Pernah Mengalami Blackout
Dia menilai, dalam sistem interkoneksi besar, proses pengembalian sistem tidak dapat dilakukan secara instan karena operator harus memastikan frekuensi, tegangan, dan pasokan listrik berada pada kondisi aman sebelum seluruh jaringan dinormalkan sepenuhnya.
Karena itu, menurut Sofyano, fokus utama pemerintah dan pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan saat ini sebaiknya diarahkan pada percepatan penguatan sistem kelistrikan nasional agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
Ke depan, Sofyano menilai pengembangan backbone kelistrikan Sumatra menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sistem listrik nasional, terutama melalui penguatan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, hingga pengembangan jaringan 150 kV yang telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
“Penguatan backbone Sumatra akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang lebih terintegrasi dari Aceh hingga Lampung. Selain itu, pengembangan pembangkit fast response, modernisasi sistem proteksi, serta pemeliharaan berbasis digital dan prediktif juga menjadi langkah penting untuk memperkuat stabilitas sistem,” jelasnya.(chi/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Fokus utama pemerintah dan pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan saat ini sebaiknya diarahkan pada percepatan penguatan sistem kelistrikan nasional.
Redaktur & Reporter : Yessy Artada
- Indonesia Hydropower Summit Dorong Akselerasi PLTA sebagai Pilar Keandalan Sistem Kelistrikan
- Dukung Percepatan PSN, PLN UIP JBB Bayar Kompensasi ROW SUTET 500 kV Priok–Muara Tawar
- Dukung PSEL Legok Nangka, PLN Ubah Ribuan Ton Sampah Menjadi Listrik
- PLN Electric Run 2026 Buka Tiket Early Bird, Targetkan 8.000 Pelari
- Masyarakat Tunggul Pandean Jepara Dukung Pembangunan GI Nalumsari 150 kV Milik PLN
- Kampanyekan Transisi Energi, PLN Electric Run 2026 Targetkan 8.000 Pelari
JPNN.com




