Bukannya Rawat Pasien, 4000 Nakes Malah Demo Tolak Vaksin

Bukannya Rawat Pasien, 4000 Nakes Malah Demo Tolak Vaksin
Seorang tenaga medis memakai masker bertuliskan "Penghematan membunuh, kesehatan dalam kesulitan" saat demonstrasi berlangsung, terhadap pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah Belgia dalam menangani penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, Selasa (7/12/2021). Foto: REUTERS/Johanna Geron/WSJ/cfo

jpnn.com, BRUSSEL - Massa yang terdiri dari 4.000 lebih tenaga kesehatan (nakes) di Brussels, Belgia, pada Selasa (7/12) menggelar aksi protes yang menentang keputusan pemerintah federal bahwa seluruh staf medis wajib menjalani vaksinasi.

Tenaga kesehatan yang menolak disuntik vaksin akan dikenai denda dan kemungkinan diskors.

Massa mengecam vaksinasi wajib sebagai "diskriminasi" dan langkah yang "tidak produktif".

Sejumlah plakat demonstrasi tertulis "kita harus lebih mengedepankan akal sehat " dan "mari selamatkan sistem kesehatan kita ketimbang memecat staf."

"Setiap orang berhak memilih, namun ancaman pemecatan yang melibatkan staf tidak dapat diterima. Kami sudah kekurangan staf. Jika kami diberhentikan, akan menjadi sebuah bencana sekaligus menurunkan minat masyarakat untuk menekuni profesi ini," kata pegawai rumah sakit di Provinsi Liege, Raphael Meys.

Pada 19 November, pemerintah federal mengesahkan undang-undang tentang kewajiban vaksinasi bagi petugas kesehatan.

Per 1 Januari 2022, staf perawatan akan diberi waktu tiga bulan untuk disuntik vaksin.

Per 1 April, apabila keputusan tersebut tidak dilaksanakan, visa atau nomor registrasi staf akan dicabut dan oleh karenanya mereka dapat diberhentikan.

Di tengah ancaman gelombang baru COVID-19, ribuan nakes justru turun ke jalan untuk memprotes aturan wajib vaksin

Sumber Antara