Bumi Hangus
Oleh Dahlan Iskan
jpnn.com - Cerita dari Vladivostok terpotong lagi. Oleh soal Febrie Adriansyah.
Saya amati apa yang terjadi dua hari terakhir ini: mulai ada arus balik. Mulai ada yang membela Febrie.
Sudah ada dua tokoh yang muncul ke permukaan: pengacaranya yang hot, Hotman Paris, dan aktivis pembela rakyat tertindas Said Didu.
Hotman mempersoalkan keabsahan status tersangka untuk Febrie. Status itu dikenakan saat Febrie masih menjabat jaksa agung muda tindak pidana khusus --instansi pemberantas korupsi tertinggi di republik ini.
Seharusnya, kata Hotman, polisi minta izin presiden dulu. Mengapa sekadar konsultasi pun tidak, padahal Febrie orang yang jadi andalan presiden.
Said Didu lebih dalam lagi: menganggap langkah memerkarakan Febrie itu sebagai serangan balik atas ketegasan Febrie dalam melawan oligarki. Termasuk dalam melakukan menyitaan lahan dan kebun sawit yang dikuasai mereka: 4,1 juta hektare.
Pernyataan Hotman itu telah menimbulkan kemarahan publik yang sangat luas. Namun karena ia menempatkan diri sebagai pengacara Febrie, maka anggap saja itu bagian dari taktiknya dalam melakukan pembelaan: agar timbul kesan Febrie itu sangat dekat dengan Presiden Prabowo.
Kesan yang diharapkan berikutnya: mengganggu Febrie sama dengan mengganggu program presiden. Febrie pun mulai mengeluarkan kartu-kartunya. Tidak secara langsung, tapi bisa dibaca dengan jelas.
Said Didu menganggap langkah memperkarakan Febrie Adriansyah itu sebagai serangan balik atas ketegasan Febrie dalam melawan oligarki.
- KPK Geledah Rumah Pejabat Kota Bengkulu, Bawa Bukti Penting, 3 Koper
- Kejagung Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Transfer Pricing
- Sutrimo Winda
- Karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Mencapai 921,42 Hektare
- Istana Ungkap Alasan Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia
- Boni Hargens Optimistis dengan Kinerja Polri, TNI, dan BIN
JPNN.com




