Buntut 3.000 Kontainer Menumpuk, Purbaya Minta Bea Cukai Tanjung Priok Kerja 24 Jam
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menambah personel dan memperpanjang jam operasional untuk mengoptimalisasi pelayanan kepabeanan di Tanjung Priok.
Arahan ini menyusul lonjakan jumlah dokumen dan kontainer yang belum terselesaikan di pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut.
Kondisi tersebut menyebabkan dwelling time meningkat dan mulai menimbulkan gangguan terhadap pasokan bahan baku bagi pelaku usaha,
Menyusul hal itu, Menkeu pun melakukan peninjauan langsung ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (06/06).
"Jumlah surat atau dokumen yang harus diproses sempat mencapai sekitar 3.000 kontainer," kata Purbaya dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin (8/6)
Menurut Menkeu, sejumlah perbaikan telah dilakukan oleh instansi terkait, sehingga jumlah dokumen yang tertunda mulai berkurang dari sekitar 3.000 menjadi 2.500.
Namun, Purbaya menekankan perlu ada langkah percepatan penanganan tambahan agar proses pelayanan kembali normal.
Dia meminta Petugas di lapangan di minta bekerja secara penuh selama 24 jam dengan sistem beberapa shift, hingga jumlah antrean dapat kembali ke tingkat normal.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperpanjang jam operasional untuk mengoptimalisasi pelayanan kepabeanan di Priok.
- Pemerintah Pangkas Bunga Pinjaman Usaha Mikro dari 22 Persen Menjadi 8 Persen
- Utang Pemerintah Rp8.000 Triliun, Purbaya Bilang Masih Aman
- Pakar dan Menkeu Purbaya Apresiasi Waka DPR RI Sari Yuliati Terkait Kunjungan ke AS
- S&P Pertahankan Peringkat Kredit RI, Menkeu Purbaya Merespons Begini
- Menkeu Bakal Kaji Ulang Pajak JHT dan Pensiun Sesuai Kondisi Ekonomi Saat Ini
- Fraksi DPR RI Setujui Pembahasan RUU Pertanggungjawaban APBN 2025 ke Tahap Lanjut
JPNN.com




