Bupati Tulungagung Pakai Uang Pemerasan Untuk THR Pejabat Sangat Penting
jpnn.com - JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap bahwa Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo (GSW) menggunakan uang hasil dugaan pemerasan untuk memberi tunjangan hari raya (THR) kepada forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Tulungagung.
Forkopimda biasanya berisi bupati/wali kota, pimpinan DPRD, TNI, Polri, dan Kejaksaan setempat.
“Uang tersebut digunakan GSW untuk pemberian THR kepada sejumlah Forkopimda di Kabupaten Tulungagung. Ini berdasarkan pengakuan dari Saudara YOG,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (11/4) malam.
YOG merupakan ajudan Gatut Sunu Wibowo yang bernama Dwi Yoga Ambal.
Asep mengatakan bahwa KPK juga menduga Gatut Sunu Wibowo memakai uang hasil pemerasan untuk sejumlah kepentingan pribadinya.
“Untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian sepatu bermerek, pembayaran berobat, jamuan makan, dan keperluan pribadi lainnya,” katanya.
KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, pada 10 April 2026.
KPK menangkap 18 orang dalam OTT tersebut, termasuk Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan adik kandungnya sekaligus anggota DPRD Tulungagung Jatmiko Dwijo Saputro.
KPK juga menduga Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo memakai uang hasil pemerasan untuk kepentingan pribadinya.
- Kejagung Tunjuk 9 Jaksa Usut Kasus Febrie Adriansyah, Sebagian Pernah Bertugas di KPK
- Seusai Geledah Rumah, KPK Segera Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi
- YLBHI Minta KPK Jangan Cuma Menyupervisi Kasus Febrie, Tetapi Mengambil Alih
- Kolaborasi dengan KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
- KPK Panggil ASN BPK Jadi Saksi Seusai Geledah Rumah Bobby Rizaldi
- Pakar Politik Ini Ungkap Penyebab Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi
JPNN.com




