JPNN.com

Bursah Zarnubi Tawarkan Skenario Hadapi Partai Besar

Rabu, 22 Desember 2010 – 15:40 WIB
Bursah Zarnubi Tawarkan Skenario Hadapi Partai Besar - JPNN.com
Bursah Zarnubi Tawarkan Skenario Hadapi Partai Besar
JAKARTA - Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi, mengajak 29 partai politik (parpol) peserta Pemilu Legislatif 2009 yang tidak lolos ke DPR, untuk bersatu dalam sebuah fusi parpol, demi menghadapi angka parliamentary threshold (batas minimal perolehan kursi DPR) yang cenderung dinaikkan dari semula 2,5 persen.

"Bagi saya, soal angka-angka parliamentary threshold (PT) itu tidak terlalu penting, asal 29 parpol dengan total perolehan suara 19 juta lebih yang saat ini di luar DPR bersatu," kata Bursah Zarnubi, saat mengikuti diskusi bertema "Mencari Parliamentary Treshold (PT) Ideal Pemilu 2014", di press room DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/12).

Kalau mekanisme fusi atau penyatuan 29 parpol ini yang dilakukan untuk menghadapi Pemilu 2014 mendatang, lanjut Bursah, pasti hasilnya sangat siginifikan dalam melawan kesewenang-wenangan partai politik yang saat ini berkuasa di DPR dan pemerintahan. Dikatakannya pula, perilaku partai-partai besar untuk membunuh partai-partai kecil dalam sejarah politik Indonesia, sebenarnya bukanlah hal baru. "Itu sudah terjadi semenjak bangsa ini merdeka tahun 1945. Jadi, itu bukanlah hal yang aneh," tegasnya.

Hanya saja, lanjut Bursah, cara-cara yang ditempuh oleh parpol yang berkuasa sekarang dalam menghabisi partai kecil, dalam prakteknya lebih otoriter dibanding pada masa berkuasanya Orde Baru di bawah kendali Soeharto. "Dalam menyederhanakan partai politik, Presiden Soeharto lebih mengandalkan komunikasi dengan elit parpol saat itu. Sementara penguasa saat ini, lebih cenderung mengambil cara-cara yang otoriter, melalui perpanjangan tangan partai besar yang saat ini menguasai parlemen, dalam merumuskan undang-undang partai politik," tegasnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ito