Burung Biru Menolak Mati, Twitter Bersiap Terbang Kembali
"Kami sudah menunggu berbulan-bulan untuk meluncurkan produk ini, dan kami tidak akan menunggu lebih lama lagi," tegas Stephen.
Alasan hukum mereka cukup sederhana tetapi menohok: sejak Musk mengganti nama Twitter menjadi X pada 2022, ia dianggap telah melepaskan hak atas identitas dan merek dagang lama tersebut.
Lampu hijau pun mulai terlihat. Hakim Pengadilan Distrik Delaware, Colm Connolly, mengisyaratkan bahwa X sejauh ini gagal membuktikan bukti penggunaan nama "tweet" atau logo burung secara aktif.
Dengan kata lain, identitas lama itu sempat "dibuang", dan kini Operation Bluebird memungutnya kembali secara sah.
Laman baru itu menegaskan satu hal: mereka sama sekali tidak berafiliasi dengan X Corp.
"Ruang publik telah dibuka kembali, dan jelas tidak ada hubungannya dengan X. Sama sekali tidak," tambah Stephen dalam unggahan LinkedIn miliknya.
Menariknya, Twitter baru membawa misi untuk mengembalikan kontrol media sosial ke tangan penggunanya.
Salah satunya lewat kehadiran Vera (veracity engine for real-time analysis), alat cek fakta berbasis AI yang disematkan langsung di platform.
Kelahiran kembali Twitter dipelopori oleh Stephen Coates, mantan penasihat hukum Twitter lama.
- Twitter Comeback, Siap Jadi Penantang Serius Aplikasi X
- Patuhi Kebijakan Pemerintah, X Batasi Pengguna Minimal 16 Tahun di Indonesia
- Tokopedia Bakal Tutup Permanen?
- Penjelasan Lengkap Pemerintah soal Blokir Aplikasi Grok
- Pemberian Gelar Pahlawan Pada Soeharto Didominasi Percakapan Positif di Medsos
- Ernest Prakasa Hapus Akun X Miliknya dengan 2,5 Juta Pengikut, Ini Alasannya
JPNN.com




