Buya Anwar Soroti Masalah Kepadatan Jemaah Haji 2024 di Mina
jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengingatkan pentingnya pendekatan matematis dalam mengevaluasi masalah kepadatan jamaah haji di Mina.
Ulama yang kondang dengan panggilan Buya Aanwar itu meminta semua pihak melihat persoalan kuota tambahan secara komprehensif karena keterbatasan luas area Mina yang hanya 172.000 m².
"Dengan luas Mina 172.000 m², ruang yang tersedia per jemaah hanya 80 cm². Ini sangat sempit. Toilet dan kamar mandi pun antriannya sangat panjang. Bayangkan jika skema kuota 92/8 persen diterapkan, kondisi di Mina akan makin kacau," kata Buya Anwar di Jakarta, Jumat (15/8).
Menurut Naib Amirul Haj 2024 itu , kritik terhadap penambahan kuota haji 2024 harus mempertimbangkan analisis matematis, khususnya perbandingan antara luas area dan jumlah jemaah. Ia menegaskan kepadatan di Mina terjadi karena ketidakseimbangan antara kuota jemaah yang terus bertambah dengan keterbatasan lahan.
"Solusinya ialah pembangunan ruang vertikal di Mina karena perluasan horizontal sulit dilakukan," ujarnya.
Buya Anwar juga menanggapi polemik pembagian kuota haji antara reguler dan khusus.
Fokus KPK saat ini sedang melakukan proses penyelidikan kepada mantan Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas yang dinilai menyalahi Pasal 64, UU No 8/2019 Tentang Haji terkait pembagian kuota 92 persen:8 persen.
Gus Yaqut mendasarkan pembagian kuota itu pada Pasal 9 UU no 8/2019 yang menyebut kuota tambahan adalah diskresi menteri agama sehingga pembagiannya menjadi 50 persen:50 persen.
Anwar Abbas berharap evaluasi penyelenggaraan haji ke depan mempertimbangkan aspek teknis di lapangan, bukan hanya kebijakan administratif semata.
- Para Bintang Tangani Kasus Febrie, Ada Muhibuddin yang Berpengalaman 10 Tahun di KPK
- Tekan Risiko Korupsi, KPK Minta Pemerintah Sediakan Alat Peraga Kampanye
- KPK Ungkap Mahalnya Ongkos Politik Picu Korupsi Kepala Daerah
- KPK Tolak Laporan Amplop Menhut Raja Juli karena Lagi Mengusut Kasus Suap Suhardiman Amby
- Jubir KPK Sebut Laporan soal Amplop Menhut Sudah Case Closed
- Ini Temuan KPK saat Menggeledah Rumah Tersangka dan Kadis PUPR Sukoharjo
JPNN.com




