Car Free Day Jakarta, Menag Luncurkan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah untuk Gen Z

Car Free Day Jakarta, Menag Luncurkan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah untuk Gen Z
Menteri Agama Nasaruddin Umar meluncurkan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (Gas Pencatatan Nikah) di lokasi Car Frees Day Jakarta. Foto: dok Kemenag

“Saya mohon betul jajaran Kementerian Agama sampai tingkat bawah ikut mengedukasi masyarakat bahwa pencatatan nikah itu bagian dari perlindungan hak suami, istri, dan anak-anak mereka,” tuturnya.

Nikah Massal Gratis, Solusi bagi Masyarakat

Menag juga menyinggung persoalan biaya yang sering menjadi kendala pencatatan nikah. Ia mengakui banyak masyarakat enggan mencatatkan pernikahan karena anggapan bahwa biaya pernikahan cukup tinggi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam menggelar program nikah massal gratis. Program ini memberikan fasilitas lengkap tanpa biaya, termasuk pakaian pengantin, rias pengantin, mahar, hingga pencatatan resmi.

“Bimas Islam baru saja memfasilitasi 100 pasangan untuk menikah secara gratis. Ke depan, kita targetkan hingga 1.000 pasangan bisa menikah dengan sah dan tercatat,” ungkap Menag.

Dia menambahkan gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya hukum dan merawat jati diri bangsa.

“Perkawinan itu bukan hanya soal cinta, tapi juga identitas budaya dan tanggung jawab sosial. Kita harus tetap berpijak pada nilai-nilai kita sendiri,” tuturnya.

Acara Gas Pencatatan Nikah ini merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharam yang digelar Ditjen Bimas Islam Kemenag, berlangsung sejak 22 Juni hingga 16 Juli 2025. Program ini mencakup berbagai kegiatan, antara lain ngaji budaya tradisi Muharam Nusantara, kick off ngaji Fasolatan dan 1.000

Menag mengajak generasi Z untuk tidak mengabaikan pencatatan pernikahan secara resmi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News