Catat Sejarah, NICE PIK2 Jadi Venue Pertemuan 3 Tokoh Dunia di CCS 2025

Catat Sejarah, NICE PIK2 Jadi Venue Pertemuan 3 Tokoh Dunia di CCS 2025
Penulis yang dikenal sebagai pakar kepemimpinan (ladership) Dr. John C. Maxwell menjadi pembicara Capacity Catalyst Summit (CCS) 2025 di NICE PIK2 pada 15 November 2025. Forum internasional itu juga dihadiri Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pendiri Lippo Group Mochtar Riady. Foto: Agung Sedayu Group

jpnn.com, JAKARTA - Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2 mencatat sejarah penting bagi industri MICE (meetings, incentives, conventions, and exhibitions) nasional dengan menjadi venue penyelenggaraan Capacity Catalyst Summit (CCS) 2025 pada 15 November silam.

Pelaksanaan CCS 2025 di pusat konvensi terbesar di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) itu menghadirkan tiga figur berpengaruh dunia dalam satu panggung, yakni Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pendiri Lippo Group Mochtar Riady, dan pakar kepemimpinan global Dr John C Maxwell.

Konferensi yang digelar satu hari itu membukukan total sekitar 5.000 peserta yang terdiri atas 3.700 peserta on-site yang hadir langsung dan 2.000 peserta online. Hal itu menjadikan CCS 2025 sebagai salah satu forum kepemimpinan terbesar dan paling bernilai secara strategis sepanjang tahun ini.

Catat Sejarah, NICE PIK2 Jadi Venue Pertemuan 3 Tokoh Dunia di CCS 2025
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (berjas biru) duduk berdampingan dengan founder Lippo Group Mochtar Riady pada Capacity Catalyst Summit (CCS) 2025 di NICE PIK2. Foto: Agung Sedayu Group

PIK2 Menjadi Kekuatan Baru MICE Indonesia
Kehadiran tiga tokoh dunia secara bersamaan membuktikan kesiapan NICE PIK2 sebagai venue internasional yang mampu menarik kegiatan berskala besar, bernilai ekonomi tinggi, dan berpengaruh pada reputasi global Indonesia.

Dengan kapasitas ribuan orang, fasilitas berstandar premium, serta akses langsung ke berbagai infrastruktur kawasan PIK2, NICE kini dipandang sebagai salah satu aset nasional dalam memperkuat sektor MICE dan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge economy).

Format panggung tunggal yang mempertemukan SBY, Riady, dan Maxwell juga menjadi preseden baru bagi penyelenggaraan konferensi kelas dunia di Indonesia.

Tiga Perspektif, Satu Visi
Dalam sesi utama konferensi itu, SBY menegaskan pentingnya kepemimpinan berlandaskan integritas. "Dunia membutuhkan pemimpin yang memilih jalan yang benar, bukan jalan yang mudah," ujarnya.

Nusantara International Convention Centre (NICE) PIK2 mencatat sejarah penting bagi industri MICE nasional sebagai venue CCS 2025.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News