Catatan Buya Anwar Abbas saat Mengunjungi Uighur Xinjiang

Catatan Buya Anwar Abbas saat Mengunjungi Uighur Xinjiang
Buya Anwar Abbas bersama Prof. Sudarnoto, ketua bidang luar negeri MUI dan Hasan M. Hasan dari Uni Emirat Arab, di Kota URUMQI, ibu kota Xinjiang. Foto: supplied

"Xinjiang juga kaya dengan minyak dan gas bumi yang terletak di wilayah Junggar, Cekungan Tarim dan Turpan. Bahkan cadangan yang dimilikinya lebih dari seperempat total cadangan nasional," tutur Buya Anwar yang juga pemerhati sosial, ekonomi, dan keagamaan.

Buya Anwar menyebut Xinjiang juga kaya dengan cadangan logam mulia dan logam industri, termasuk emas, besi, tembaga, nikel, serta garam dan sodium yang melimpah di danau-danau garamnya.

Hal itulah yang telah membuat pendapatan per kapita Uighur Xinjiang cukup tinggi, yaitu sekitar 11.421 US dolar (USD), jauh lebih tinggi dari pendapatan per kapita Provinsi Jawa Timur, Indonesia di tahun yang sama (USD4.700) dan Jawa Barat sekitar USD4.990, walau masih jauh di bawah pendapatan per kapita Jakarta USD22.318 dan ibu kota China, Beijing USD33.418.

"Yang jelas Uighur Xinjiang tampak terus melangkah maju. Hal itu terlihat dari pesatnya pembangunan di kota URUMQI yang merupakan ibu kota dari provinsi tersebut," ujarnya.

Namun, bagaimana dengan keadaan ekonomi dan peran dari umat Islam Uighur? Apakah mereka mampu membuat Xinjiang menjadi wilayah terkaya dan termakmur di kawasan yang terletak di jantung benua Asia tersebut?

"Sikap dan kebijakan dari pemerintah China dalam hal ini tentu akan sangat menentukan," kata Anwar Abbas.(fat/jpnn)

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas berbagi catatan perjalanan saat mengunjungi Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, provinsi terbesar di Tiongkok, 17-21 Mei 2026.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News