Catatkan Laba Bersih Rp249 Miliar, MPMX Bakal Optimalkan Strategi Investasi

Catatkan Laba Bersih Rp249 Miliar, MPMX Bakal Optimalkan Strategi Investasi
Laba bersih perusahaan (Ilustrasi). Foto: Ricardo/JPNN

Segmen bisnis asuransi MPMInsurance masih menghadapi tantangan di Semester I 2025 ini dengan mencatat penurunan pada pendapatan premi bersih sebesar 21% YoY menjadi Rp125
miliar, terutama karena penurunan kinerja produk asuransi kendaraan bermotor akibat berkurangnya kontribusi dari pembiayaan leasing, serta penurunan kontribusi produk asuransi
properti dan lainnya akibat kondisi pasar.

Akibatnya, pendapatan underwriting bersih menyusut 32% YoY, meskipun beban klaim bersih turun 4% YoY pada produk properti dan lainnya.

Di sisi lain, strategi investasi yang lebih baik mendorong peningkatan pendapatan investasi sebesar 24% YoY menjadi Rp20 miliar.

Di bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent, jumlah armada sewa turun 3% YoY dan jumlah pengemudi turun 5% YoY, terutama karena berakhirnya kontrak terkait inisiatif efisiensi biaya
dan penyelesaian proyek.

Sementara itu, segmen penjualan mobil bekas melalui AUKSI mencatat penurunan margin akibat pergeseran komposisi produk. Akibatnya, meski pendapatan bersih naik 5% YoY, kontraksi margin di seluruh lini bisnis menyebabkan laba kotor turun 19% YoY.

Di bisnis jasa keuangan, Jaccs MPM Finance Indonesia pendapatan bersih Semester I 2025 tercatat turun sebesar 24% YoY, terutama karena keputusan strategis untuk meningkatkan kualitas aset dengan menghentikan produk dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang lebih tinggi.

Selain itu, sejumlah inisiatif yang terus berjalan, seperti percepatan pemulihan aset, fokus pada segmen yang lebih menguntungkan, serta peningkatan efisiensi biaya dan produktivitas, berhasil menurunkan rugi bersih sebesar 12% YoY.

“Terlepas dari tekanan pada kinerja keuangan di Semester I, MPMX berkomitmen memperkuat portofolio usaha, meningkatkan efisiensi, dan mengoptimalkan strategi investasi," tutur Beatrice .

Pelambatan pasar nasional dan turunnya pendapatan di seluruh segmen bisnis menjadi beberapa faktor utama penyebab penurunan tersebut.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News