CBI dan Korea Credit Bureau Kerja Sama Perluasan Akses Keuangan bagi Pekerja Migran
jpnn.com, JAKARTA - PT Credit Bureau Indonesia (CBI), biro kredit (Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan/LPIP) terbesar di Indonesia dan Korea Credit Bureau (KCB), biro kredit terkemuka asal Korea Selatan menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) untuk menjalin kolaborasi dalam layanan informasi perkreditan.
Melalui sinergi ini, diaspora Indonesia yang sedang menempuh studi maupun bekerja di Korea Selatan dapat memanfaatkan informasi perkreditan dari CBI untuk berbagai keperluan akses finansial di Korea Selatan, seperti pembukaan rekening pinjaman bank, pengajuan kartu kredit, layanan remitansi, hingga layanan keuangan lainnya.
Sebaliknya, warga negara Korea yang berdomisili di Indonesia juga dapat menggunakan riwayat kredit mereka dari KCB untuk mengakses layanan keuangan di Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk memfasilitasi transaksi keuangan yang lebih efisien bagi warga di kedua negara.
Berdasarkan data Korean Immigration Services tahun 2025, terdapat lebih dari 60.000 Warga Negara Indonesia yang belajar dan bekerja di Korea Selatan, yang menjadikan orang Indonesia sebagai kelompok warga asing terdaftar terbesar keenam di sana.
Sementara itu, terdapat lebih dari 26.300 warga negara Korea yang saat ini tinggal dan menetap di Indonesia. Tantangan yang sering dihadapi diaspora dalam mengakses layanan kredit adalah ketiadaan riwayat kredit yang terdokumentasi di negara tempat mereka bekerja.
Kolaborasi CBI-KCB hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui kerangka kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi perlindungan data pribadi di kedua negara, guna menciptakan ekosistem keuangan regional yang lebih inklusif dan saling terhubung.
“Inisiatif ini selaras dengan misi kami untuk memperluas akses layanan keuangan bagi segmen yang selama ini kurang terlayani, termasuk pekerja migran yang berperan penting dalam mendukung ekonomi Indonesia dan keluarga mereka di tanah air. Dengan memfasilitasi warga Indonesia di Korea dan warga Korea di Indonesia dengan memanfaatkan riwayat kredit mereka, kami berupaya mendorong akses keuangan yang lebih inklusif, aman, dan berbasis data, sekaligus berkontribusi pada agenda transformasi digital Indonesia yang lebih luas dalam ekosistem keuangan regional,” kata Direktur Utama CBI Anton K. Adiwibowo.
Sementara itu, CEO KCB Jongsup Hwang menambahkan akses terhadap informasi perkreditan yang andal dan terpercaya merupakan kunci untuk membuka peluang finansial bagi ribuan individu di kedua negara.
Perluas akses keuangan bagi pekerja migran, Credit Bureau Indonesia (CBI) dan Korea Credit Bureau menjalin kerja sama.
- Riset Hibah Kemdiktisaintek: Ungkap Strategi Komunikasi Politik Tangani Pekerja Migran yang Terjebak Online Scammer
- CBI dan XLSMART Perkuat Inklusi Keuangan dan Digital
- Jaga Hak PMI, KJRI Johor Bahru Pulangkan 3.034 WNI Sepanjang Semester I 2026
- BP3MI Ungkap Fakta Baru soal PMI Asal Aceh Korban Pembunuhan di Malaysia
- BP3MI Aceh Ungkap Ibu dan Bayi Korban Pembunuhan di Malaysia Berstatus Ilegal
- Kemenko PM Gelar Global Talent Day dan Kebumen Job Fair 2026, Catat Tanggalnya!
JPNN.com




