Cegah Banjir & Longsor, Dedi Mulyadi Minta Bandung Selatan Direstorasi Total
jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengingatkan wilayah Kabupaten Bandung harus tetap menjaga hutan dan diubah tata ruangnya.
Hal tersebut penting dilakukan guna meminimalisir terjadinya banjir dan longsor yang jadi bencana 'langganan' di kawasan Kabupaten Bandung saat memasuki musim hujan.
Dedi mengatakan, Kabupaten Bandung harus kembali sesuai dengan namanya.
Nama dan makna yang dimaksud adalah sebagai ibu atau indung yang harus dijaga dengan baik.
"Peringatan milangkala hari ini mengingatkan pada Bandung sebagai nama. Saya jelaskan tadi, Bandung bendungan, artinya ada nilai nilai hutan yang harus dijaga," kata Dedi, di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, Senin (20/4/2026).
Dia menjelaskan, permasalahan tersebut harus dilakukan kolaborasi dengan Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Sehingga persoalan alih fungsi lahan yang ada di Bandung Selatan bisa berkurang dan bisa tertangani.
"Tadi saya dengan bupati nanti kolaboratif untuk menyelesaikan persoalan di Bandung Selatan, termasuk mengalihfungsikan profesi pekerjaan yang tadinya kuli, buruh menanam sayur, jadi kuli buruh tanam teh dan kopi, serta tanaman keras lainnya," ujarnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan kawasan Bandung Selatan dikembalikan sebagaimana seharusnya untuk mencegah banjir dan longsor.
- Tertibkan PKL di Cicadas Bandung, Dedi Mulyadi Janjikan Kompensasi Hingga Pekerjaan Baru
- Dedi Mulyadi Bongkar PKL Cicadas, Pedagang Kebingungan Belum Dapat Solusi
- Disdik Jabar Siapkan Pemetaan Minat untuk Lulusan SMP dan MTs, Catat Jadwalnya
- Pemprov Jabar Buka SPMB Sekolah Maung, Sistem Zonasi Resmi Dihapus
- Curug Cileat Subang Longsor, 2 Wisatawan Tewas Tertimbun Tanah
- Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda: Bak' Raja, Dedi Mulyadi Tunggangi Kuda Putih Menyapa Rakyat, Warga Heboh
JPNN.com




