Celios Mendesak Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional Karhutla 2026

Celios Mendesak Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional Karhutla 2026
Tim Manggala Agni BKO dari Daops Lahat padamkan karhutla di Palembang Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Foto: Manggala Agni.

Bhima menilai pemulihan ekosistem perlu menjadi bagian penting dalam strategi penanganan karhutla. Dia mendorong pembentukan tim pemulihan ekosistem terpadu yang dapat mengintegrasikan upaya restorasi dengan evaluasi terhadap aktivitas usaha yang menjadi penyebab kebakaran.

Dorongan tersebut dilatarbelakangi besarnya potensi dampak ekonomi karhutla yang dilaporkan Celios dengan perkiraan total biaya ekonomi dan kesehatan akibat karhutla sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai sekitar Rp 39,29 triliun hingga Rp 123,1 triliun.

Direktur Ekonomi Celios Nailul Huda mengatakan nilai kerugian tersebut menunjukkan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional.

"Angka Rp 123,1 triliun ini setara 49,1 persen dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah tahun 2026," jelas Huda.

Dalam perhitungannya, kerugian ekonomi dari hilangnya aset fisik dan aktivitas ekonomi seperti perdagangan, pertanian, akomodasi, serta makanan dan minuman akibat asap dan gangguan produksi mencapai Rp 29,54 triliun, atau sekitar 0,23 persen dari PDB nasional.

Secara wilayah, Kalimantan Barat mencatat dampak nominal terbesar yakni Rp 5,7 triliun, disusul Papua Barat Rp 4,3 triliun dan Nusa Tenggara Timur Rp 2,8 triliun. Data tersebut memperlihatkan bahwa penguatan mitigasi karhutla perlu dilakukan secara nasional, seiring meluasnya wilayah yang berisiko terdampak.

Celios juga memperkirakan dampak karhutla berpotensi mengurangi penerimaan negara dari pajak bersih daerah sekitar Rp 269,86 miliar akibat karhutla pada 2026. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak ekonomi karhutla dapat menjalar ke daerah lain melalui keterkaitan antarsektor, termasuk industri pengolahan kayu, pulp and paper, hingga furnitur.

Sementara itu, dari sisi kesehatan, Celios memperkirakan skenario masyarakat yang terdiagnosis infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terdapat potensi 1,78 juta orang terdampak dengan total biaya kesehatan sekitar Rp 9,75 triliun.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira Bhima mendesak pemerintah segera menetapkan status Bencana Nasional Karhutla 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News