CEO Pahlawan

Oleh Dahlan Iskan

CEO Pahlawan
Dahlan Iskan.

Tiongkok tetap menolak. Tetap harus ada laporan identitas awak pesawatnya. Itu pun harus menunggu persetujuan.

Akhirnya pesawat itu mendarat di Jepang. Ini menjadi perkara serius. Untuk kelangsungan sebuah perusahaan besar.

Cathay pun mendadak berubah arah. Dua hari kemudian petinggi Cathay ke Beijing.

Bukan sekadar petinggi. Ia chairman Swire Group. Holding company Cathay Pacific. Pemegang saham terbesar Cathay. Putra CEO Cathay Pacific pada 1950-an.

Namanya: Merlin Bingham Swire. Umur 45 tahun. Alumnus Oxford.

Di Beijing Merlin menemui otoritas penerbangan Tiongkok. Tidak ada bocoran yang merembes, tetapi Merlin menyatakan bahwa Cathay akan memenuhi seluruh peraturan yang berlaku.

Sejak itu Cathay secara resmi mengeluarkan pernyataan tunduk pada prinsip 'one country two system'. Dua hari kemudian sang CEO, Rupert Hogg, mengundurkan diri.

Harga sahamnya memang sudah limbung. Merosot terus sejak ada demo. Menjadi terendah dalam 10 tahun terakhir.

Gajah dirubung semut. Yang terjungkal perusahaan besar. Belakangan ini Cathay menghadapi kesulitan lagi. Sejak demo marak di Hong Kong.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News