Cerita Bamsoet Tentang AKL Clinic dan Kondisi Bali di Masa Pandemi

Cerita Bamsoet Tentang AKL Clinic dan Kondisi Bali di Masa Pandemi
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet saat berada di AKL Clinic yang didirikan Dr. dr. Ketut Kwartantaya bersama sang istri Made Sukerni, Sabtu (18/9). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, BALI - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menghadiri sejumlah acara di Bali.

Di sela kegiatan itu, dia berkesempatan melihat langsung keadaan Bali, terutama perekonomiannya, yang mengalami dampak luar biasa akibat pandemi.

"Semua sektor usaha luluh lantah, tidak terkecuali bagi pelaku usaha kecantikan kulit seperti AKL Clinic," kata Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, Sabtu (18/9).

Bamsoet kemudian bercerita tentang salah satu klinik kecantikan kulit terbesar di Bali itu yang didirikan pasangan suami istri Dr. dr. Ketut Kwartantaya dan Made Sukerni yang ikut terkena dampak Covid-19.

"Imbas pandemi Covid-19 membuat pasien yang datang menurun dratis hingga 50-60 persen," kata Ketua Umum IMI itu yang sempat menjajal kecanggihan laser picosure di AKL Clinic.

Sebelum pandemi, kata Bamsoet, AKL Clinic ramai dikunjungi, tidak hanya pasien dari dalam negeri, tapi juga mancanegara seperti Australia, Italia dan Perancis.

Dia sempat bercerita sejarah berdirinya AKL Clinic pada 2007 lalu berawal dari sedikit klinik di Bali yang mengkhususkan pada pelayanan kecantikan kulit dan kelamin.

Padahal saat itu banyak pasien yang membutuhkan pelayanan kulit lebih baik.

Wakil Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet berharap kondisi perekonomian Bali segera kembali bangkit.