Chevrolet Memutuskan Tak Lagi Menjual Mobil Baru, Ini Alasannya
Langkah tersebut juga sejalan dengan tren ekspor Chevrolet dari China.
Data China Passenger Car Association (CPCA) mencatat ekspor Chevrolet mencapai 6.930 unit pada paruh pertama 2026, naik 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Chevrolet sendiri masuk ke pasar China pada 2005. Merek ini sempat menikmati masa kejayaan dengan penjualan ritel tahunan mencapai 767.000 unit pada 2014, salah satunya berkat popularitas model seperti Cruze.
Namun, perjalanan Chevrolet kemudian berbalik. Penjualannya mulai merosot sejak sekitar 2018, di tengah persaingan yang makin ketat dari merek lokal China, kontroversi penggunaan mesin tiga silinder, serta pesatnya pertumbuhan kendaraan listrik.
Meski tak lagi menjual mobil baru, GM memastikan konsumen Chevrolet yang sudah memiliki kendaraan di China tidak akan ditinggalkan.
Diler tetap beroperasi, sementara layanan purnajual, perawatan, dan pasokan suku cadang dijanjikan tetap berjalan.
Dengan strategi baru itu, China bukan lagi menjadi pasar utama Chevrolet, melainkan pangkalan produksi untuk membidik konsumen di berbagai belahan dunia. (carnewschina/jpnn)
Chevrolet bersiap mengakhiri penjualan mobil baru di pasar China setelah hampir 21 tahun beroperasi.
Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha
- Motor Listrik Avand SC121 dan SC122 Lithium Bawa Pembaruan Teknologi
- Seusai Pakai Mobil Dinas Maung, Gus Ipul Berkomentar Begini
- Bukan Sekadar Klaim, Yadea GT80 Bakal Digeber Lebih dari 180 Km dalam Sekali Isi Daya
- Triumph Speed Twin 1200 TFC Masuk Indonesia, Tetapi Maaf...
- Profil Singkat MGS6 EV: Kenyamanan dan Performa Jadi Nilai Utama
- ASCO Automotive Buka Diler Lepas Pertama di Pusat Perbelanjaan
JPNN.com




