China Uji Coba Rudal Balistik ke Arah Pasifik, AS Sangat Khawatir

China Uji Coba Rudal Balistik ke Arah Pasifik, AS Sangat Khawatir
Kementerian Pertahanan China mengatakan bahwa peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM) pertama miliknya sepenuhnya sah dan masuk akal, sebagaimana dilaporkan media lokal pada Kamis (26/9/2024)/ ANTARA/Anadolu/py

Meski tidak ada kerusakan pada pesawat atau kapal Jepang yang dilaporkan, Sekretaris Kabinet Utama Kihara menyatakan keprihatinannya atas peluncuran tersebut dan berjanji bahwa negaranya akan tetap waspada.

Dia juga mengkritik China karena "terus meningkatkan pengeluaran pertahanannya dalam jumlah besar tanpa transparansi yang memadai dan memperluas kemampuan rudal nuklirnya, termasuk rudal balistik antarbenua, dengan cepat dan luas."

Selain Jepang, China juga memberitahu Australia mengenai uji coba peluncuran tersebut yang disebut Menteri Luar Negeri Penny Wong sebagai "Hal yang menyebabkan ketidakstabilan di kawasan".

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan negaranya, yang juga telah diberitahu, "sangat prihatin" atas peluncuran senjata berkemampuan nuklir tersebut, dan mengatakan hal itu tampaknya merupakan "pola berulang oleh China" setelah uji tembak rudal balistik antarbenua ke Pasifik Selatan pada 2024.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan dalam konferensi pers di Beijing bahwa uji coba rudal tersebut merupakan pengaturan "rutin" dari pelatihan militer tahunan China dan dilakukan "sesuai dengan hukum dan praktik internasional."

"Kami berharap negara-negara terkait tidak akan menafsirkannya secara berlebihan," kata Mao, seraya mencatat bahwa uji coba tersebut tidak ditujukan kepada negara tertentu. (antara/jpnn)

China melakukan uji coba tembak rudal balistik jarak jauh dari kapal selam bertenaga nuklir. AS sangat mengkhawatirkan hal itu.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Sumber ANTARA
JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News