Cloath, Dari Banda Aceh Hingga Taklukkan Hammersonic 2026
jpnn.com, JAKARTA - Cloath perlahan mulai mencuri perhatian sebagai salah satu band yang layak diperhitungkan di kancah musik keras.
Terbentuk beberapa tahun lalu di Banda Aceh, band chaotic hardcore itu kini berbasis di Jakarta.
Datang dari ujung barat Indonesia, Cloath dikenal melalui karakter musik yang gelap dan intens, memadukan gitar bernada rendah yang bergemuruh, riff tajam, atmosfer mencekam, serta dentuman drum yang padat dan menghantam.
Pendekatan tersebut membentuk identitas sonik Cloath yang agresif, bertenaga, dan meninggalkan kesan kuat bagi pendengar.
Cloath beranggotakan Fatahillah Reza (vokal), Wirya Nugraha dan Dopan Rehayatsyah (gitar), M. Khairul Azmi (bass), serta Alief Maulana (drum).
Perjalanan Cloath dimulai melalui single debut Odin (2023) yang kemudian disusul oleh Hellheim (2024).
Belum lama ini, Cloath melepas mini album atau EP yang bertitel The Fallen God.
Album tersebut dibuka dengan Asborn sebagai intro yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju keseluruhan konsep.
Cloath perlahan mulai mencuri perhatian sebagai salah satu band yang layak diperhitungkan di kancah musik keras.
- Disambut Antusiasme, Tiket Konser My Chemical Romance di Jakarta Nyaris Ludes
- 3 Berita Artis Terheboh: GIGI Gelar Tur Spesial, Pinkan dan Arya Jadi Perbincangan
- Memori di Hammersonic 2026
- Tampil di Hammersonic 2026, SPEED Ungkap Rasa Takjub
- Penutup Kemeriahan Hammersonic 2026, Permohonan Maaf dan Janji Melanjutkan
- Kehebohan Hari Pertama Hammersonic 2026 di NICE PIK2, Ribuan Penonton Nikmati Venue Spektakuler
JPNN.com




