Corona Mewabah, Menkeu Upayakan Cari Peluang Substitusi Bahan Pertanian

Corona Mewabah, Menkeu Upayakan Cari Peluang Substitusi Bahan Pertanian
Sri Mulyani. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah berupaya mencari substitusi bahan pertanian yang selama ini diimpor dari Tiongkok. Hal ini dilakukan setelah mewabahnya virus corona di dunia, khususnya di Tiongkok.

Menurut Sri sejauh ini pihaknya masih melihat dinamika dan pengaruh global menanggapi virus corona. Meski begitu ia tak menampik Tiongkok merupakan salah satu negara pengimpor terbesar ke Indonesia di berbagai sektor.

"Karena RRT sebagai pasar yang sangat besar signifikan dan pasar lain juga terpengaruh oleh RRT. Tapi kesiapan dari sektor industri pertanian untuk bisa mensubstitusi saya rasa terus didorong dan ditingkatkan," kata Sri Mulyani di Istana Bogor, Senin (11/2).

Karenanya, kata Sri Mulyani, pemerintah tengah mendorong adanya regulasi yang bisa mendukung substitusi dari sektor pertanian. "Kami akan terus meminta berbagai policy yang bisa mendukung sektor tersebut," ujarnya.

Di samping itu, kata Sri Mulyani, pihaknya juga tengah berupaya agar kemampuan ekonomi Indonesia sesuai target pada kuartal pertama 2020. "Kami upayakan kalau kuartal pertama nanti angkanya sesuai dengan musiman. Jadi ada faktor musiman dari faktor konsumsi, investasi ekspor dan impor jadi nanti kami akan lihat," kata dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02 persen (year on year/yoy) sepanjang 2019. Realisasi ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada 2018 yang sebesar 5,17 persen.

Sementara, pertumbuhan ekonomi di kuartal empat 2019 tercatat sebesar 4,97 persen. Lebih rendah dari pertumbuhan kuartal empat 2018 yang sebesar 5,17 persen. Begitu juga dari pertumbuhan di kuartal tiga 2019 yang sebesar 5,02 persen. (tan/jpnn)

 

Pemerintah tengah mendorong adanya regulasi yang bisa mendukung substitusi dari sektor pertanian.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News