Cuci Uang
Oleh Dahlan Iskan
Maka perkiraan saya Febrie akan berkilah uang itu milik perusahaan. Sah. Perusahaan boleh punya uang berapa saja dan ditaruh di mana saja, termasuk di brankas kafe --sepanjang pemilik kafe mengizinkannya.
Perkiraan saya lainnya: uang itu milik beberapa perusahaan. Keluarga dan kerabat Febrie Adriansyah memang punya banyak perusahaan. Sedikitnya ada 12 perusahaan. Besar-besar. Ada yang omzetnya Rp1,5 triliun.
Awalnya perusahaan-perusahaan itu lebih banyak atas nama Don Ritto. Secara hukum itu miliknya. Bukan milik Febrie.
Ada pula yang dimiliki bersama antara Don dan Nurman Herin. Lama-lama nama anak kedua Febrie Adriansyah masuk ke jajaran komisaris. Namanya: Kheysan Farrandie. Yakni setelah anak ini berumur 21 tahun.
Lalu menyusul nama anak pertamanya masuk ke perusahaan. Namanya: Aga Adrian Haitara.
Dalam laporannya ke Mabes Polri, Ketua Koalisi Sipil Masyarakat Anti-Korupsi Ronald Loblobly mengatakan "dugaan saya semua perusahaan itu milik Febrie Adriansyah".
Don Ritto, Anda sudah tahu: sekampung dengan Febrie Adriansyah. Sesama alumnus Fakultas Hukum Universitas Jambi. Febrie angkatan 1986. Don angkatan 1989.
Keduanya juga aktif sebagai pengurus alumni Unja. Febrie sebagai ketua dewan pembina. Don sebagai bendahara.
Ketika Febrie Adriansyah mengatakan uang itu bukan uangnya --tapi ada yang punya-- saya pun seperti Anda: tidak berhenti berpikir, uang siapa ya.
- Usut Kasus Karhutla, Polri Sudah Tetapkan 113 Tersangka
- Kubu Febrie Ungkap BAP Tan Kian, Uang Rp 40 M Diduga untuk 4 Pejabat Kejagung
- Pakar Nilai Penanganan Kasus Febrie Jadi Bukti Keberanian dan Transparansi Kejagung
- Karya Perkara
- Aset Dadan Hindayana Tersangka Korupsi MBG Disita Kejagung, Sebegini Banyaknya
- Hendardi Apresiasi Polri Berhasil Mengawal Sejumlah Aksi
JPNN.com




