Dahlan Iskan Soroti Langkah Berani Bupati Siak Afni Tagih Utang ke Presiden
Menurut Dahlan, yang ditunggu Pemkab Siak bukan hanya transferan dana bagi hasil tahun ini, DBH tahun sebelumnya juga belum dibayar penuh oleh pemerintah pusat, sehingga totalnya mencapai Rp 1 triliun.
"Total tunggakan itu mencapai hampir Rp 500 miliar. Yang ditunggu tahun ini juga Rp 500 miliar," ucapnya.
Dahlan menjelaskan bahwa Afni menjadi bupati melalui jalan yang panjang. Sampai dua kali proses peradilan di Mahkamah Konstitusi.
"Dia tidak pakai dana serangan fajar atau dana beli perahu untuk pencalonan," kata Dahlan.
Disebutkan bahwa modal Afni hanya nama besarnya sebagai putra daerah yang bergelar doktor dan pernah menjadi pemimpin redaksi sebuah koran di Riau.
"Afni gundah karena ingin segera melaksanakan janji-janji kampanye dulu. Dia minta perhatian pusat. Dia jadi bupati bukan berangkat dari nol tapi dari minus. Dia dapat warisan utang Rp 300 miliar dari bupati pendahulu," tutur Dahlan.
Selain soal tunggakan utang pusat, Dahlan menyebut Afni juga mengingatkan kontribusi historis Kabupaten Siak terhadap Republik Indonesia.
Kabupaten Siak dulunya kerajaan Melayu yang besar: kerajaan Siak Sri Indrapura. Kekuasaannya sampai Temasek, Johor dan Melaka. Belakangan Siak punya Raja ternama; Sultan Syarif Kasim II.
Dahlan Iskan menyoroti keberanian Bupati Siak Afni Zulkifli menyurati Presiden Prabowo Subianto, demi menagih utang pemerintah pusat terhadap daerah itu.
- Kabar Prabowo Pilih Wamenhan Baru, Anggota DPR Ini Ungkit Kemandirian Industri Pertahanan
- INTI Lantik Pengurus 2026-2030, Hashim Djojohadikusumo Ingatkan Masyarakat Indonesia Harus Bersatu
- Sholeh Cilik
- Prabowo Sebut Kisah Hidup Bahlil Lahadalia Layak Menginspirasi Generasi Muda
- Prabowo Disebut Tertarik dengan Genteng dari Serabut Kelapa Inovasi BRIN
- Yang Baru
JPNN.com




