Dampak Konflik Geopolitik Iran-AS terhadap Industri Asuransi
jpnn.com, JAKARTA - Asuransi Asei mengungkapkan konflik geopolitik Timur Tengah berpotensi memberikan dampak pada industri asuransi.
Direktur Utama Asuransi Asei, Dody Dalimunthe menjelaskan konflik antara AS-Iran ini dapat meningkatkan risiko klaim perdagangan internasional dan pelayaran.
Dody menyebut potensi kenaikan premi industri asuransi akibat ketegangan politik tersebut bisa mencapai tiga kali lipat.
Oleh karena itu, Dody menyatakan para pelaku industri sangat berhati-hati dalam menerima pengajuan peserta asuransi yang bersinggungan dengan teritorial konflik.
"Itu bisa tiga kali lebih. Cuma Asei tidak ada di situ. Kami cari yang aman-aman saja," ujarnya usai acara PPDP Regulatory Disemination Day, Senin (13/4).
Menurut penjelasan Dody, eskalasi konflik di wilayah Timur Tengah berisiko mengganggu stabilitas asuransi perdagangan, terutama pada lini bisnis ekspor.
Dinamika tersebut memicu pergeseran rute logistik yang berdampak pada terhambatnya jadwal distribusi barang.
“Karena barang yang harusnya diterima itu sebulan bisa molor ke sana, sehingga si buyer di luar negeri yang mungkin sudah ada deal dengan pembeli di sana bisa-bisa pembelinya menunggu kelamaan dan tidak jadi beli,” tuturnya.
Asuransi Asei mengungkapkan konflik geopolitik Timur Tengah berpotensi memberikan dampak pada industri asuransi.
- Tembus Fortune Southeast Asia 500, Pertamina Jadi Simbol Motor Ekonomi Nasional
- Tahanan Cornell
- Perdamaian Iran-AS Rapuh, Ekonom Minta Pemerintah Tetap Waspada
- IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Rp394 Juta Kepada Nasabah Bank Sulselbar
- Askrindo Perkuat Perlindungan UMKM dan Dukung Pembangunan Daerah di Soppeng
- Bea Cukai Malang Terbitkan NPPBKC untuk Pabrik Hasil Tembakau di Sumberpucung
JPNN.com




