Dampak Perang AS-Israel vs Iran: Tak Hanya Harga BBM, Oli Kendaraan juga Bisa Naik
jpnn.com, JAKARTA - Perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran memunculkan efek domino hingga ke industri otomotif nasional. Sektor yang bersiap menghadapi tekanan ialah pelumas.
PT. Motul Indonesia Energy (MIE) memberi sinyal, eskalasi konflik tersebut berpotensi mengerek biaya produksi sekaligus harga jual di pasar domestik.
Managing Director MIE, Welmart Purba, menegaskan bahwa struktur industri pelumas di Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku impor.
Base oil dan aditif—dua komponen utama pelumas—didatangkan dari luar negeri. Ketika rantai pasok global terganggu, imbasnya tak terhindarkan.
Situasi makin rumit setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20–30 persen distribusi minyak dunia.
Penutupan memaksa kapal pengangkut mengambil rute alternatif yang lebih panjang dan mahal. Ongkos logistik melonjak, sementara waktu pengiriman menjadi lebih lama.
Menurut Welmart, dampaknya memang tidak serta-merta terasa pada minggu pertama.
Namun, tekanan biaya diperkirakan mulai signifikan memasuki pekan kedua atau ketiga, saat stok lama menipis dan pengadaan baru masuk dengan harga berbeda.
Perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran memunculkan efek domino hingga ke industri pelumas nasional. Harga oli kendaraan berpotensi naik
- Usaha Motul Meningkatkan Kualitas Mekanik Bengkel Independen di Sumsel
- Cara Motul Indonesia Mengenalkan DNA Motorsport dari Italia
- Harga BBM Non-subsidi Naik Hari Ini, Dexlite Lompat Rp 4.000
- IPONE Berbagi Edukasi Perihal Perawatan Motor di ICS 2026
- Motul Jadi Tempat Persinggahan Para Pencinta Otomotif di ICS 2026 Yogyakarta
- Ramaikan Indonesia Custom Show Yogyakarta, Motul Tebar Banyak Diskon
JPNN.com




