JPNN.com

Dana Abadi Umat Dibiarkan Abadi

Senin, 02 Agustus 2010 – 18:43 WIB Dana Abadi Umat Dibiarkan Abadi - JPNN.com
JAKARTA - Kasus penyelewenangan dana abadi umat (DAU) di Kementerian Agama oleh mantan Menag Said Agil Husien Al-Munnawar beberapa tahun silam masih dipertanyakan. Walau sudah berganti tiga menteri, DAU terus menjadi pergunjingan. Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan sejak 2005 DAU tidak pernah digunakan lagi.

“Publik ada yang mempersepsikan keliru tentang penggunaan DAU. Lebih keliru lagi karena ada yang mengatakan dana itu digunakan untuk membiayai pemerintah, DPR, ulama, dan wartawan untuk naik haji. Itu sangat keliru. Kami tak pernah menyenggolnya lagi. Penggunaan dana itu sudah diatur UU No.17/1999, yang kemudian direvisi,” kata Suryadharma, di kantornya, Senin (2/8).

Dana itu, lanjut Menag, sudah distop penggunaannya sejak Juni 2005. “DAU itu sejak 2005 tidak digunakan lagi. Kementerian Agama masih menunggu aturan lebih lanjut tentang pelaksanaan penggunaan dana itu. Kami tidak ingin melakukan kesalahan, makanya harus hati-hati menggunakannya,” kata pria yang juga Ketua Umum DPP PPP itu.

Catatan Kemenag, terhitung 31 Juli 2010, besaran DAU yang ada sekitar Rp786,3 miliar, plus USD 81.046.242, atau totalnya sekitar Rp1,7 triliun. Dana itu disimpan dengan baik dalam rekening giro, SBSN (sukuk), dan deposito.

“Penyimpanan dana itu ada di deposito dan giro, berdasar surat Menteri Keuangan, nomor: S.4541/2008 tanggal 20 Juni 2008. Hingga saat ini, tidak seribu rupiah pun kami gunakan. Jadi, jangan ada polemik lagi soal itu,” ujar Surya, didampingi Sekjen Kemenag, Bachrul Hayat dan Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (PHU), Slamet Riyanto.

Pada Desember 2009, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan rapat koordinasi dengan Kemenag. Intinya, membahas DAU yang dulunya sempat bermasalah. “Kami membahas masalah DAU. Tujuannya, melakukan pencegahan agar tidak terjadi penyelewenangan,” kata Wakil Ketua KPK, M Jasin.(gus/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...