Senin, 20 Mei 2019 – 13:30 WIB

Danareksa Agresif Bidik Nasabah Ritel

Kamis, 09 Juni 2011 – 21:50 WIB
Danareksa Agresif Bidik Nasabah Ritel - JPNN.COM

SURABAYA - Deposito tak lagi menjadi pilihan utama instrumen investasi masyarakat Jatim. Sebagian besar sudah mulai ke investasi di pasar modal melalui lembaga reksadana. Kondisi membuat fund manager optimistis pasar ritel di Jatim tahun ini bakal tumbuh subur.

Kepala Wilayah Indonesia Timur Danareksa Investment Management (DIM) Ignatius Agus Budiharto mengungkapkan, 80 persen nasabah di DIM memang didominasi oleh ritel. Sedangkan 20 persen korporasi. "Di Jatim, 80 persen hingga 90 persen dari Surabaya. Sedangkan sisanya Malang, Gresik, Jember, dan kota-kota lainnya. Tahun ini kami targetkan komposisi ritel bisa naik 10 persen," ujarnya saat dihubungi kemarin.

Dia mengakui, pilihan investasi masyarakat untuk saat ini memang masih tergolong konservatif. Namun, lambat lain tren akan bergeser menuju produk-produk yang agresif di pasar modal. Misalnya, sebagian besar investasinya diarahkan ke pasar saham. "Reksadana saham juga semakin menjadi pilihan investasi para nasabah ritel. Apalagi, kondisi perekonomian saat ini baik dan kondisi pasar juga kondusif," tuturnya.

Untuk menggenjot segmen ritel, DIM juga menggarap pasar pendidikan seperti mahasiswa, dengan menawarkan pilihan investasi mulai Rp 100 ribu. DIM menargetkan dana kelolaan tahun ini bisa tembus Rp 15 Triliun.

Sementara itu, Bahana Securities juga optimistis pasar nasabah ritel bisa tumbuh tahun ini. "Komposisi ritel saat ini memang hanya 35 persen. Akan tetapi, tahun ini kami targetkan jadi 40 persen," papar Manager Bahana Securities Ronny Aprianto.

Untuk menggenjot jumlah nasabah ritel, pada kuartal ketiga pihaknya melakukan inovasi berupa program pembelian reksadana melalui website. "Per kalender Mei, jumlah dana kelolaan Bahana Securites mencapai Rp 18 triliun dengan target akhir tahun Rp 20 triliun," katanya. (gal/fat/ito/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar