Dasco: Internal Gerindra Bertanya-tanya, Bingung
"Kaget juga, ya, baru apa mencuat terkait dengan soal isu fusi, ya," kata dia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).
Saan menuturkan fusi partai memang bukan barang asing di Indonesia, karena pernah terjadi selama kepemimpinan era Soeharto.
Diketahui, Soeharto pada 1973 atau zama. Orde Baru (Orba), memang pernah menyederhanakan sepuluh partai politik menjadi tiga entitas.
"Tahun 1973 situasi dan konteks kebangsaannya dahulu, kan, memang apa, ya, apa iklimnya situasinya konteksnya memungkinkan," ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu.
Namun, Saan merasa fusi partai pada era kekinian sulit terealisasi. Sebab, parpol yang kini ada memegang ideologi dan cita-cita pendiri.
"Para pendiri partai masing-masing tentu punya idealisme, punya ide, punya gagasan dan ideologi dalam konteks yang berbeda-beda," tuturnya.(ast/jpnn)
Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pun mengaku bertanya-tanya dalam hati soal isu tersebut.
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Aristo Setiawan
- Hotman Paris Bawa Nama Prabowo dalam Kasus Eks Jampidsus, Gerindra Merespons
- Gerindra Tepis Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Hukum
- Jenguk Korban Kebakaran di Klademak II, DPD Gerindra Papua Barat Daya Salurkan Bansos
- NasDem DKI Percepat Penyelesaian Aduan Warga Lewat Rumah Advokasi & Jalur Reses
- Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Begini Informasi dari Willy Aditya
- Dasco Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Nadiem, Terkait Amnesti?
JPNN.com




