DBH Rp190 Miliar Tak Cair, Pemkot Bandung Tunda Sejumlah Proyek Infrastruktur
jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung harus melakukan penyesuaian anggaran setelah dana bagi hasil (DBH) yang diharapkan menutup defisit APBD 2026 ternyata tidak cair seluruhnya.
Dari sekitar Rp190 miliar DBH yang sebelumnya diproyeksikan masuk ke kas daerah, Pemkot menyebut hanya sekitar Rp9 miliar yang telah cair.
Kondisi tersebut membuat Pemkot Bandung kembali melakukan realokasi anggaran.
Sejumlah proyek infrastruktur yang sebelumnya direncanakan dikebut tahun ini terpaksa ditunda dan dialihkan pelaksanaannya ke 2027.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan APBD Perubahan Kota Bandung 2026 telah disahkan.
Menurutnya, defisit yang sebelumnya berada di kisaran Rp600 miliar kini telah ditekan, meski terdapat kekurangan sekitar Rp200 miliar.
"Tadinya kami berharap bisa dicover oleh DBH (dana bagi hasil) senilai Rp190-an miliar, tetapi yang cair kan hanya Rp9 miliar. Maka kami lakukan penyesuaian realokasi," kata Farhan di Bandung, Sabtu (3/10).
Farhan menuturkan realokasi dilakukan dengan menunda sejumlah proyek infrastruktur.
Pemkot Bandung terpaksa menunda proyek infrastruktur hingga tahun depan, gegara DBH Rp190 miliar yang tidak cair sepenuhnya.
- Rp 97,5 Miliar Kurang Bayar DBH Pemda di Bali Dikucurkan, Jatah Gianyar Terbesar
- Wawalkot Bandung Erwin Curhat Lagi Tak Pernah Dilibatkan dalam Pemerintahan, Farhan Membantah
- Pocari Run 2026 Digelar Dua Hari di Bandung, Farhan Jamin Tak Ada Penutupan Jalan
- Purbaya Memastikan DBH Daerah Cair Meski Nominalnya Tak Sesuai Pengajuan
- Abu Vulkanis Gunung Anak Krakatau Sudah Sampai Bandung, Farhan Imbau Warga Pakai Masker
- 10 Pohon Mahoni Ditanam di Jalan Riau Bandung, Butuh Waktu Lama untuk Kembali Rindang
JPNN.com




