Deddy PDIP Nilai Pidato AHY soal Kekuasaan Bisa Ditafsirkan Sebagai Ketidakpuasan
jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus menyebutkan pidato politik Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berbicara soal kekuasaan bukan buat sesoerang untuk selamanya, bisa saja ditafsir secara normatif.
Hal demikian dikatakan Deddy saat menjawab pertanyaan awak media soal pidato AHY itu dianggap sinyal pencalonan menuju 2029 oleh Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia.
"Kalau cara pandangnya normatif tentu tidak ada yang harus dipersoalkan," kata dia saat menjawab awak media, Rabu (9/9).
Namun, kata legislator Komisi III DPR RI itu, pernyataan AHY terkait kekuasaan disampaikan dalam pidato politik yang memiliki konteks dan tujuan tertentu.
"Dari sudut pandang politik, pernyataan itu sangat mungkin ditafsir sebagai pesan ke koalisi, institusi, atau lembaga pemerintahan " ujarnya.
Jika sudut pandang politik jadi acuan, Deddy menduga ada ketidakpuasan dirasakan AHY terhadap situasi internal pemerintahan atau institusi ketika membaca pernyataan Menko Infra itu terkait kekuasaan.
"Kalau ini yang dijadikan sudut pandang, patut diduga ada ketidakpuasan yang dirasakan oleh AHY," katanya.
Dia mengatakan sinyal ketidakpuasan atau kekecewaan bisa dilihat dari seberapa sering AHY sebagai menteri atau ketum partai berkomunikasi langsung ke Presiden RI Prabowo Subianto.
Ketua DPP PDIP Deddy Yevri menyebut pernyataan AHY soal kekuasaan disampaikan dalam pidato politik yang memiliki konteks dan tujuan.
- Soal Rencana Impor Kereta Bekas dari Jepang, Menko AHY Bilang Begini
- Eks Ketua Golkar Makassar Gabung Demokrat Lagi, Bawa Gerbong?
- Gugatan Ijazah Gibran Ditolak MK, AHY: Kami Menghormati
- PDI Perjuangan Kutuk Penganiayaan Koordinator Sospol BEM UI Hafidz Hernanda
- Minta Penganiayaan Aktivis BEM UI Diusut Tuntas, Gus Falah: Negara Tidak Boleh Kalah
- MK Tak Temukan Ijazah Gibran, Deddy PDIP Langsung Serukan Hak Angket
JPNN.com




