Dedi Mulyadi Bongkar Dampak Negatif Tramadol di Kalangan Remaja, Picu Aksi Kejahatan
jpnn.com, JAWA BARAT - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan pembeli obat keras tertentu jenis Tramadol dan minuman keras ilegal di Jabar didominasi oleh remaja yang masih berusia di bawah 17 tahun.
Hal itu membuat kondisi psikologis remaja di Jabar menjadi terganggu.
"Mereka yang membelinya rata-rata anak di bawah usia 17 tahun. Anak-anak SMP sudah mengonsumsi, SMA sudah mengonsumsi. Efek psikologinya apa? Mereka menjadi anak-anak yang durhaka pada orang tuanya. Melawan, mengancam. Keinginannya apa? Punya HP bagus, punya motor bagus. Dampaknya apa? Siang tidur, malam keluar," kata Dedi di Badung, Sabtu (8/8/2026).
Dedi kemudian mencontohkan kasus yang terjadi di Purwakarta. Di sana, ada kasus cucu yang membunuh kakeknya hanya karena kakeknya melarang untuk keluar lebih dari pukul 23.00 WIB.
Bahkan, saat diinterogasi, pelaku mengaku 'bahagia' telah membunuh kakeknya.
"Ketika diinterogasi anaknya oleh Polres Purwakarta waktu itu, anak itu menjawab bahwa 'Saya merasa bahagia kakek saya, saya bunuh'. Cuci otak seperti ini sudah sangat luar biasa," ucap dia.
Dedi mengaku khawatir maraknya remaja yang mengonsumsi obat keras terbatas bakal membuat generasi emas Indonesia di masa mendatang gagal terwujud.
"Sehingga tanpa kompromi, ini harus segera diperangi," tegasnya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan pembeli obat keras tertentu jenis Tramadol dan minuman keras ilegal di Jabar didominasi oleh remaja.
- 8 Bandara Ditutup Imbas Abu Vulkanis, Dedi Mulyadi Pastikan Kertajati Siap Jadi Alternatif
- Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Jabar Terapkan Sekolah Daring
- Karhutla Meluas, Dedi Mulyadi Minta Aktivitas Pendakian Gunung Dihentikan
- Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Minta Jalur Pendakian di Cianjur & Bogor Ditutup Sementara
- Usut Isu Liar Wabup Sumedang, Gubernur Dedi Mulyadi Bentuk Tim Investigasi
- Dikabarkan Pindah ke PSI, Dedi Mulyadi Tegas Bilang Begini
JPNN.com




