Dedi Mulyadi Didesak Buka Tambang di Bogor, Jawabannya Tegas
Hal lain yang disoroti Dedi Mulyadi adalah akses menuju area tambang tidak bisa dialihkan ke jalur lain.
Menurutnya, masyarakat dan pekerja tambang di Parung Panjang harus berbagi jalur seperti sediakala.
"Pertimbangannya adalah kalau dibuka, jalannya mau lewat mana? Mau tidak mau harus lewat Parung Panjang lagi. Kalau lewat Parung Panjang lagi, begitu dibuka nanti protes lagi yang Parung Panjang, demo lagi," ucapnya.
Pria yang karib disapa KDM itu menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sudah memberikan solusi untuk pekerja tambang yang terdampak penutupan itu.
Dia memberi tawaran, agar pekerja tambang bisa bekerja sebagai tenaga kebersihan di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Namun hingga hari ini, pihak tambang tidak mengindahkan solusinya tersebut.
"Pemerintah provinsi juga memberikan tawaran solusi, berulang-ulang saya sampaikan, kirim data pekerja tambang, terutama mereka yang pekerja kasar. Upahnya kan mereka hanya Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per hari, tanpa BPJS, tanpa asuransi ketenagakerjaan. Saya meminta untuk masukkan menjadi tenaga kebersihan PU Provinsi Jawa Barat, membersihkan jalan-jalan di wilayah Bogor," jelas Dedi Mulyadi
"Tapi sampai sekarang datanya enggak ada yang mau ngasih, gitu loh," tutupnya. (mcr27/jpnn)
Begini respons Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, soal desakan buka tambang di Kabupaten Bogor. Ada hal-hal yang jadi sorotan.
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
- Pemprov Jabar Buka SPMB Sekolah Maung, Sistem Zonasi Resmi Dihapus
- Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda: Bak' Raja, Dedi Mulyadi Tunggangi Kuda Putih Menyapa Rakyat, Warga Heboh
- Pemotor yang Lindas Mahasiswi Unpad di Sumedang Ditangkap, Begini Kronologinya
- Rute Lengkap dan Jadwal Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 di Kota Bandung
- Perlambatan Industri Nikel Mulai Menekan Ekonomi Kawasan Tambang
- John Hanyut di Sungai Cikapundung Bandung, Sampai Sekarang Belum Ditemukan
JPNN.com




