Dedi Mulyadi Ungkap Biang Kerok Kabupaten Bandung Langganan Banjir
Dedi menambahkan, alih fungsi lahan yang terus terjadi turut memperparah kondisi banjir, terutama perubahan sawah menjadi kawasan permukiman dan bangunan.
"Yang keempat, perubahan lahan jangan terus terjadi. Sawah terus dibikin bangunan, perumahan, segala macam," katanya.
Dia pun mengingatkan, tanpa langkah-langkah tersebut, penanganan banjir hanya akan bersifat sementara dan tidak pernah tuntas.
"Kalau tidak dilakukan, itu tidak bersifat jangka panjang, tidak akan pernah beres," ungkapnya.
Selain itu, Dedi juga menegaskan perlunya penataan kawasan bantaran sungai dengan merelokasi permukiman warga yang berada di area tersebut.
"Rumah-rumah di bantaran sungai harus dialihkan. Tidak boleh lagi rumah di bantaran sungai," pungkasnya. (mcr27/jpnn)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan penyebab banjir berulang di Kabupaten Bandung. Tugas berat Pemkab Bandung.
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina
- Dedi Mulyadi Tagih Tunggakan DBH Rp1,2 Triliun
- Dedi Mulyadi Ungkap Ada 11 Perusahaan Kapur Bandel di Bandung Barat
- Wacana SPP SMA/SMK Negeri di Jabar Diaktifkan Lagi, Dedi Mulyadi Tak Mau Gegabah
- Dedi Mulyadi Temukan Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Pabrik Batu Kapur
- Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda, Begini Respons Wagub Erwan
- Dedi Mulyadi-Jenderal (Purn) Dudung Sepakat Taufik Hidayat Penganiaya YTR Diberi Hukuman Maksimal
JPNN.com




