Demajors dan Miles Films Rilis Vinyl Float Music For 3 Hari Untuk Selamanya
Bagi demajors album ini merupakan sebuah tonggak pencapaian kreatif dari era 2000-an yang masih relevan hingga ke generasi muda masa kini.
"Lebih dari sekadar soundtrack, musik Float telah menjadi bagian dari memori kolektif sebuah generasi. Hadirnya dalam bentuk piringan hitam diharapkan menjadi perpanjangan tangan narasi bagi generasi yang lebih muda,” ungkap David Tarigan selaku A&R label musik demajors.
Rilisnya album soundtrack film 3 Hari Untuk Selamanya dalam bentuk vinyl rupanya disambut baik oleh Miles Films yang merupakan rumah produksi besutan Mira Lesmana & Riri Riza.
"Float berhasil menangkap semangat kebebasan, pencarian diri, dan kegelisahan zaman yang menjadi jiwa 3 Hari Untuk Selamanya. Musik mereka tidak hanya menemani gambar, tetapi juga memperpanjang pengalaman emosional yang ingin kami sampaikan kepada penonton," jelas sutradara Riri Riza,
"Soundtrack 3 Hari Untuk Selamanya adalah salah satu kolaborasi musik dan film yang asik, seru dan penuh kenangan manis. Kami senang musik yang begitu melekat dengan film ini kini dapat kembali dinikmati dalam format piringan hitam, dan berharap karya tersebut dapat terus menemukan pendengar dan penikmat baru," tambah produser, Mira Lesmana.
Grup musik Float saat memproduksi album Music For 3 Hari Untuk Selamanya kala itu beranggotakan oleh Meng (Hotma Roni Simamora, vokalis/gitaris, komposer), Bontel (W. Benyamin, gitaris/sound designer), dan Remon (Reymond Agus Saputra, basis).
Secara teknis dibantu oleh Wesley Jeremia, Yossie Adytiawarman pada keyboard, Hengky Alexander pada drum, Gatut Santoso pada trompet, Hendricus Wisnugroho pada perkusi, dan penampilan khusus oleh Riza Arshad pada akordion pada lagu 'Surrender', dan backing vocal oleh Leony Aurora pada lagu 'Pulang'.
“Nasib baik nempel terus di album ini. Float udah bubar sebelum akhirnya Mbak Mira ngumpulin gue, Bontel, dan Remon lagi untuk menuhin janji kami ngerjain album ini. Bisa aja, Mbak Mira cari dan dapetin band lain untuk gantiin Float yang waktu itu masih jadi anak bawang di skena musik Indonesia dalam segala skala. Kami beruntung, Mbak Mira sengotot itu," beber Meng mengenai album ini.
Album yang bertajuk Music For 3 Hari Untuk Selamanya ini berisikan nomor-nomor popular seperti '3 Hari Untuk Selamanya' yang juga dijadikan judul film, 'Pulang'
- Float Bicara Filosofi Luka serta Semangat Penerjang Badai
- Bentuk Perjalanan Sunyi, Adhitia Sofyan Lepas Observasi Transisi dalam Format CD
- Perayaan 10 Tahun Zaman, Zaman: The Trees & The Wild Rilis Piringan Hitam
- Fenomenon, Amalgama Bangkit dari Tidur Panjang
- Merana di Atas Cahaya, Jinan Lakeisha Terinspirasi Kisah Kerajaan Mataram
- Graf Menyongsong Album Debut dengan 2 Lagu Baru
JPNN.com




