Demi Membereskan Masalah Limbah, Pemkot Tangsel Pacu Pembenahan Sampah Terintegrasi
jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota Tangsel meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah sebagai langkah strategis untuk mentransformasikan tata kelola limbah.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebutkan pihaknya dalam 100 hari ke depan memiliki tiga program utama.
Ketiganya yakni, penguatan landasan hukum, pengoptimalisasikan teknologi pengolahan di hilir, dan pemantapan revitalisasi sistem pemilahan di tingkat hulu.
"Persoalan sampah di Tangerang Selatan tidak bisa lagi diselesaikan dengan pola konvensional kumpul-angkut-buang," kata dia dalam keterangan persnya, Selasa (6/1).
Benyamin mengatakan tim dalam 100 hari kerja menargetkan integrasi data dan sistem yang lebih kuat terkait tata kelola sampah.
"Termasuk percepatan implementasi teknologi ramah lingkungan," ungkap dia.
Dalam dokumen rencana kerja yang diterima, satu poin krusial ialah percepatan pembangunan dan penguatan infrastruktur pengolahan sampah di TPA Cipeucang.
Pemkot Tangsel tengah menggodok skema kerja sama untuk teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta optimalisasi penggunaan insinerator yang memenuhi standar baku mutu lingkungan.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebutkan pihaknya dalam 100 hari ke depan memiliki tiga program utama. Apa saja?
- PPLI Pamerkan Teknologi Pengelolaan Limbah Terpadu di The 2nd Indonesia-Japan Environment Week
- PP 18/2021 Perkuat Kepastian Hukum Sengketa Lahan MAP-Jababeka Infrastruktur
- Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Pengolahan Sampah Jadi Listrik
- Pramono Wajibkan Seluruh Pasar di Jakarta Harus Kelola dan Pilah Sampah Sendiri
- Pemprov DKI Operasikan Alat Pengolah Sampah Jadi Pupuk di Pasar Kramat Jati
- PLTSa Tamalanrea Ditolak Warga Makassar
JPNN.com




