Demokrasi di Persimpangan Jalan: Memaknai Aksi BEM UI Sebagai Alarm Perbaikan
Oleh: Gilang Ramadhan - Mahasiswa Pasca Ilmu Politik Universitas Indonesia
jpnn.com - Aksi unjuk rasa oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) pada Jumat 12 Juni 2026 adalah suara pengontrol dalam menghidupkan alarm perbaikan demokrasi.
Di tengah semua elemen gerakan mahasiswa Indonesia semua diam dan membisu, suara mahasiswa kembali memecah kesunyian.
Aksi BEM UI yang bergulir tersebut bukan sekadar unjuk rasa rutin di depan gerbang kampus atau di jalanan ibu kota.
Ia adalah cermin yang dipaksakan untuk kita tatap, sebuah alarm keras di tengah demokrasi yang sedang berada di persimpangan jalan.
Momentum Nasional
Apa yang disuarakan mahasiswa UI mulai dari tuntutan penghentian pemborosan APBN, penolakan atas program yang tidak tepat sasaran, hingga kegelisahan akan keterlibatan militer di ruang sipil bukanlah persoalan sektoral kampus.
Ini adalah keresahan kolektif yang dialami warga di pelosok desa hingga sudut kota.
Kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM adalah bahasa universal penderitaan rakyat yang tidak mengenal batas geografis.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) pada Jumat 12 Juni 2026 adalah suara pengontrol.
- Kolaborasi 3 Kampus Global Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Lapangan Pekerjaan
- Pengamat Anggap Kecil Kemungkinannya Demo Agustus Berubah Jadi Gejolak Sosial
- Kemdiktisaintek Luncurkan Program Aksara Mahasiswa 2026, Ada Dua Skema
- Pertamuda Seed & Scale 2026 Dibuka, Jaring Inovator Muda Wujudkan Karya Berdampak Nyata
- Lulusan Awardee Beasiswa BCB Jadi Aset Penguat Diplomasi Indonesia-Rusia
- Eks Ketua KAMMI hingga BEM UI Masuk Kepengurusan Gema Keadilan
JPNN.com




