Demokrat Dukung Pilkada via DPRD, Pengamat: Menjaga Posisi di Orbit Kekuasaan
jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Arifki Chaniago menilai sikap Partai Demokrat yang memberi sinyal dukungan pilkada melalui DPRD bertentangan dengan warisan politik Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Arifki mengatakan pilihan politik Demokrat saat ini jelas menempatkan kepentingan posisi kekuasaan di atas konsistensi historis partai melalui keputusan SBY.
"Demokrat terlihat lebih memilih menjaga keberlanjutan posisinya di dalam orbit kekuasaan nasional ketimbang mempertahankan sikap lama yang pernah menjadi identitas politik partai," kata Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia itu, Selasa (6/1).
Arifki menuturkan pilihan Demokrat yang bertentangan dengan sikap SBY tentu memiliki konsekuensi politik.
"Ini pilihan rasional secara jangka pendek, tetapi mahal secara simbolik,” ujar dia.
Arifki mengatakan Demokrat berisiko kehilangan narasi moral yang selama ini melekat, khususnya terkait komitmen menjaga demokrasi.
“Balik badannya Demokrat soal pilkada via DPRD menjadi taruhan yang mungkin saja dibayar oleh Demokrat di Pileg 2029 ” ujar dia.
Arifki menuturkan Demokrat harus membangun narasi yang kuat ketika memilih mendukung pelaksanaan pilkada melalui DPRD.
Pengamat politik Arifki Chaniago menyebut Demokrat menempatkan kepentingan posisi kekuasaan dalam bersikap terhadap sistem pilkada.
- Gandung Pardiman DPR Dorong Pemerintah Perkuat Sektor Pariwisata
- Keputusan Pemerintah Tahan Harga BBM Subsidi Dinilai Langkah Tepat Jaga Daya Beli
- Nurdin Halid DPR Apresiasi Presiden Prabowo Berkomitmen Jalankan Ekonomi Pancasila
- Putra Sang Fajar yang Tak Pernah Padam: Mewarisi Api Soekarno di Tengah Badai Zaman
- Mercy Barends Jadi Ketua Pansus, Siap Perjuangkan Keadilan Bagi Daerah Kepulauan
- Misbakhun DPR: Pengesahan Revisi UU P2SK Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan Nasional
JPNN.com




