Derta Merespons Usulan Gerbong Khusus Perempuan Dipindah ke Tengah, Fokus!
jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI Derta Rohidin merespons pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi yang mengusulkan agar gerbong KRL khusus perempuan dipindah ke tengah.
Usulan tersebut berkaitan dengan kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Belakangan, Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta maaf kepada publik atas pernyataannya tersebut.
Derta Rohidin meminta pemerintah tidak mengalihkan fokus dari persoalan utama keselamatan transportasi publik.
Ia menilai usulan Kementerian PPPA tersebut berangkat dari semangat perlindungan perempuan. Namun, belum menyentuh akar persoalan dalam sistem perkeretaapian.
“Insiden kecelakaan tersebut bukan hanya soal teknis operasional, tetapi juga menyangkut tata kelola sistem perkeretaapian yang harus terus diperbaiki secara menyeluruh,” kata Derta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (29/4).
Menurut dia, kebijakan gerbong khusus perempuan pada KRL pada dasarnya merupakan langkah afirmatif untuk memberikan rasa aman dari potensi pelecehan atau kekerasan berbasis gender di ruang publik.
Namun, dalam konteks kecelakaan, faktor penentu keselamatan lebih banyak ditentukan oleh aspek sistemik.
Derta Rohidin merespons pernyataan Menteri PPPA Arifah Fauzi yang mengusulkan agar gerbong KRL khusus perempuan dipindah ke tengah.
- Terkait Demo 27 Agustus, Seorang Pemuda Ditangkap Gegara Menulis Kalimat Seperti Ini
- 2 Motor Bersenggolan di Jalan Soetta Bandung, 3 Orang Luka-Luka
- 3 Mobil Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Begini Kondisinya
- Kecelakaan Maut di Cipanas Diduga Akibat Truk Rem Blong, 4 Orang Tewas
- Sharp Hydro Heroes di Bekasi Diresmikan, Berdayakan Ibu Muda, Dorong Kesadaran Gizi Anak
- Perahu Ditabrak Speedboat di Sungai Musi, 1 Korban Tenggelam Masih Dicari Tim SAR
JPNN.com




