Desak Kemenlu Percepat Pemulangan Jenazah Mayang

Desak Kemenlu Percepat Pemulangan Jenazah Mayang
Mayang Prasetyo (kanan) semasa hidupnya. Foto: IST

Rahmat, sahabat Mayang semasa hidup dan bekerja sehari-hari di salon, mengungkapkan, Mayang adalah seorang yang selalu memberi motivasi kepada teman-temannya. ’’Dia adalah sahabat, teman yang baik,” ungkapnya.

Dalam acara itu ditayangkan foto-foto Mayang semasa hidup diiringi lagu Jangan Menyerah dari band D’Masiv. Ditingkahi pembacaan puisi dari kerabat dan sahabat Mayang. Hujan air mata pun tumpah. Acara kemudian diakhiri tiupan lilin dimulai dari Nining Sukarni, ibu Mayang, diikuti keluarga dan lainnya.

Pada bagian lain, Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya bersikap. Mereka mengirimkan surat ke Kementerian Luar Negeri untuk mendesak percepatan pemulangan jenazah.

Kepala Dinas Sosial Lampung Satria Alam menyatakan, sebagai leading sector untuk masalah ini, pihaknya bukan hanya diam. Surat kemarin adalah buktinya. Surat dengan nomor 465.2/4611/III.04/B.II/2014 tertanggal 17 Oktober 2014 itu ditandatangani Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri tentang pemulangan jenazah WNI atas nama Febri Andriansyah alias Mayang Prasetyo.

Surat ditujukan ke Kemenlu RI cq. Direktur Perlindungan WNI.

"Kami kirim via faksimile, jadi langsung diterima. Kami kirimkan melalui pos juga. Mengapa ditandatangani Wagub, karena Pak Gubernur sedang tidak di tempat. Surat ini juga kami tembuskan ke Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. Mayang kan warganya, jadi agar pemkot mengetahui langkah kita,” paparnya.

Menurutnya, Gubernur Ridho juga telah berkoordinasi langsung dengan Kemenlu, meminta difasilitasi pemulangan serta biaya pemulangan Mayang dari Australia ke Jakarta lalu ke Lampung. (cw12/eka/red/p6/c1/ade)

 

BANDARLAMPUNG - Keluarga mendiang Mayang Prasetyo alias Febri Andriansyah semalam menggelar malam renungan. Acara untuk mengenang transgender yang


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News