Desak Penyelidikan Pelanggaran Hak Asasi di Kanada, Tiongkok Ditekan 40 Negara Soal Minoritas Muslim

Desak Penyelidikan Pelanggaran Hak Asasi di Kanada, Tiongkok Ditekan 40 Negara Soal Minoritas Muslim
China menuduh desakan untuk menyelidiki pelanggaran HAM di Xinjiang didorong oleh motivasi politik. (Reuters: Thomas Peter)

Tanggapan Tiongkok

Jiang Yingfeng, diplomat senior dalam misi Tiongkok untuk PBB di Jenewa, menolak pernyataan bersama itu dan menyebutnya sebagai campur tangan yang didorong oleh "motif politik".

"Kami menyambut baik kunjungan Komisaris Tinggi ke Tiongkok, ke Xinjiang," katanya.

"Kunjungan ini untuk mempromosikan pertukaran dan kerja sama daripada penyelidikan atas dasar praduga bersalah," katanya.

Pernyataan bersama yang dimotori Kanada menyebut terjadinya penyiksaan, sterilisasi paksa, kekerasan seksual dan pemisahan paksa anak-anak dari orangtua mereka di Xinjiang.

Pernyataan juga mengecam UU Keamanan Nasional yang diberlakukan di Hong Kong sejak tahun lalu.

Persidangan pertama atas tuduhan pelanggaran UU itu akan berlangsung pekan ini.

"Kami sangat prihatin dengan memburuknya kebebasan dasar di Hong Kong akibat UU Keamanan Nasional dan tentang situasi HAM di Tibet," bunyi pernyataan bersama tersebut.

Menanggapi hal ini, Jiang berkata, "Sejak UU Keamanan Nasional berlaku, Hong Kong telah mengalami perubahan dari kekacauan menjadi supremasi hukum."

Lebih dari 40 negara mendesak Tiongkok untuk mengizinkan ketua Komisi Hak Asasi Manusia PBB berkunjung ke Xinjiang terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap jutaan orang Uyghur

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News