JPNN.com

Detik-detik Menegangkan Dua Kali Serangan Susulan Teroris

Sabtu, 12 Mei 2018 – 07:38 WIB Detik-detik Menegangkan Dua Kali Serangan Susulan Teroris - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Muncul dua serangan yang diduga akibat live medsos yang dilakukan napi dan tahanan Rutan Salemba Cabang Mako Brimob saat menyandera polisi. Jaringan terorisme terinspirasi untuk melakukan serangan.

Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, serangan pertama terjadi Kamis (9/5). Bermula Densus 88 Anti Teror mendapatkan informasi adanya empat orang yang akan mendatangi Mako Brimob.

Sekitar pukul 01.35 keempat orang tersebut ditangkap di Stasiun Tambun, Bekasi Jawa Barat. ”Keempat orang ini memang perjalanan ke Jakarta,” tuturnya.

Setelah penangkapan, keempatnya dibawa Densus 88 Anti Teror untuk dilakukan pemeriksaan. Namun, dalam perjalanan itu dua orang melakukan perlawanan dengan inisial RA dan JG. ”Keduanya memberontak dan berupaya mencekik anggota,” tuturnya.

Bahkan, borgol yang dipakaikan ke keduanya terlepas. Keduanya mencoba untuk merebut senjata petugas. Akhirnya, terpaksa dilakukan tindakan tegas dengan menembak keduanya. ”RA dan JG terluka tembak dan dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Namun, saat berada di rumah sakit, RA dipastikan meninggal dunia. Lalu, untuk JG masih dilakukan perawatan.

”Ada sejumlah barang bukti yang disita dan menunjukkan memang mereka berencana melakukan aksi,” paparnya.

Barang bukti itu diantaranya, dua belati, sebuah sangkur, amunisi peluru caliber 9 mm sejumlah 35 butir, ketapel sebanyak dua buah, busur besi tiga buah, golok, 28 butir peluru senapan angin, dan 65 butir peluru gotri. ”Pemeriksaan sementara mereka anggota JAD Bandung,” ungkapnya.

Untuk dua orang lainnya inisialnya adalah HG dan YY. Keduanya tinggal di Tasikmalaya. ”Dua orang yang melawan juga tinggalnya di Tasimalaya,” papar jenderal berbintang dua terebut.

Aksi kedua terjadi Kamis malam (10/05). Seorang lelaki bernama Tendi Sumarno (TS) sedang berada di depan gerbang utama Mako Brimob. Anggota Satintel Brimob Polri Bripka Marhum Frenje mengamati tingkah laku TS. TS sudah dua jam melihat gerbang utama Mako Brimob.

”Lalu, Bripka Marhum meminta bantuan dua petugas lain, yakni Briptu Rahmat Muin dan Briptu Gusti Uce untuk membantunya mengamankan dan dilakukan penggeledahan,” Ungkapnya.

TS lalu dibawa ke Mako Brimob. Saat sedang berjalan masuk ke ruangan, TS berada di tengah. Bripka Marhum di depan TS dan dua petugas lain di belakangnya TS. ”Ternyata saat itu TS mengambil pisau kecil yang di simpan di kemaluan. TS menyabet perut Bripka Marhum dan mencoba untuk menikam Gusti. Namun, berhasil dihindari dan dilakukan tindakan tegas berupa penembakan. TS ini meninggal dunia,” ujarnya.

Bripka Marhum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, sayangnya Bripka Marhum meninggal dunia di rumah sakit. ”Satu lagi anggota Polri yang gugur,” jelasnya.

Untuk pelaku TS ini belum diketahui afiliasi kelompok terorisnya. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan ke alamat pelaku tersebut. ”Belum jelas kelompok mana,” papar Setyo Wasisto.

Setyo menuturkan, memang ada kemungkinan ini akibat live di media sosial. Saat ini masih didalami siapa yang melakukan live tersebut. ”Kami masih periksa ya,” papar mantan Wakabaintelkam tersebut.

Pantauan Jawa Pos, ada kejadian lainnya, beberapa pihak yang tidak jelas kepentingannya tidak segan menerabas garis batas. Seperti dilakukan oleh Yan Syahrial Hasibuan. Pria kelahiran 1966 itu nekat terpantau masuk areal yang dijaga petugas pada Kamis (10/5) dini hari.

Dia datang seorang diri dan meminta kepada petugas untuk diizinkan masuk. Tujuannya, menenangkan para napi terorisme yang saat itu masih menguasai rutan di Mako Brimob. Namun, permintaan itu ditolak petugas.

Pria yang sempat mengaku sebagai ustaz itu malah diamankan petugas untuk diperiksa lebih lanjut. Berdasar KTP, yang bersangkutan bertempat tinggal di Tanah Abang, Jakarta Pusat. (idr/syn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...