DHL Express Luncurkan Fitur Identifikasi Barang Berbasis AI

DHL Express Luncurkan Fitur Identifikasi Barang Berbasis AI
DHL Express meluncurkan fitur identifikasi barang berbasis AI. Foto: dok DHL

“Pelanggan cukup memotret barang yang akan dikirim menggunakan smartphone atau perangkat lain yang terhubung ke internet,” kata dia.

Sistem AI kemudian memproses gambar tersebut melalui model computer vision berbasis server untuk mengidentifikasi objek dan menghasilkan deskripsi barang yang terstruktur sesuai standar dokumentasi internasional dan ketentuan kepabeanan, hanya dalam hitungan detik. 

Menurut dia, deskripsi yang dihasilkan akan ditampilkan kepada pelanggan untuk ditinjau, diedit, atau disesuaikan sebelum pengiriman diajukan. 

“Pelanggan juga tidak perlu memiliki akun DHL Express untuk menggunakan fitur ini, sehingga proses menjadi lebih sederhana dan mudah diakses,” jelas Ahmad.

Implementasi ini menandai langkah penting dalam penerapan AI di sektor logistik.

Sekaligus menjadi pertama kalinya teknologi identifikasi barang berbasis computer vision diintegrasikan secara langsung dalam alur pemesanan layanan ekspres internasional yang digunakan pelanggan dalam skala besar.

Ahmad mengatakan bagi banyak pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM yang ingin memperluas pasar ke luar negeri, pemenuhan persyaratan kepabeanan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengiriman internasional. 

"Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai sekitar 5% pada 2026,  kami melihat peluang yang terus terbuka bagi pelaku usaha untuk berekspansi ke pasar global," ujar Ahmad.

DHL Express, penyedia layanan ekspres internasional meluncurkan fitur identifikasi barang berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News