Di Depan Mahfud MD, Rocky Gerung Kritisi Keputusan Prabowo Angkat Qodari
Dengan kata lain, lanjutnya, berarti Presiden Prabowo tidak pernah mempelajari genealogi atau prestasi antidemokrasi dari Qodari.
Menurut pengajar filsafat itu, Prabowo sudah memberi reaksi yang bagus terhadap tuntutan publik pada reshuffle pertama.
Namun, reshuffle kedua, Prabowo menurutnya tidak sempat memikirkan apa sebetulnya tuntutan publik.
"Nah, begitu Qodari diangkat (pada reshuffle kedua), maka negative impression pada presiden, pasti drop," ucapnya.
Selain itu, Rocky juga menilai posisi Qodari di KSP ibarat orang kedua di istana kepresidenan.
"Lho, Qodari itu, KSP itu orang kedua lho, di Amerika itu kepala staf presiden orang kedua. Sekarang pertanyaannya, kenapa seorang yang antidemokrasi, memanipulasi konstitusi dengan tiga periode berdasarkan survei semata-mata, atau big data, kata Pak Luhut, diangkat jadi KSP," tutur Rocky.
Hal itu menurutnya menjadi pertanyaan anak-anak muda yang ditemuinya di banyak kampus di daerah.
"Mereka mengatakan, kok, Pak Prabowo enggak ngerti ya, bahwa demokrasi itu artinya menyelamatkan ide awal konstitusi. Sementara Qodari menghalangi ide awal itu dengan mengusulkan supaya Pak Jokowi tiga periode. Ini catatan negatif," kata Rocky.(fat/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Rocky Gerung blak-blakan mengkritisi keputusan Prabowo Subianto mengangkat Muhammad Qodari jadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) saat bersama Mahfud MD.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Istana Bantah Kabar soal Keretakan Hubungan Prabowo-Gibran
- Guru Besar Unas Nilai Prabowo Tegas Menjalankan Komitmen Antikorupsi
- Versi Pengamat, Kejadian Nepal Bisa Terjadi di Indonesia, Pemerintah Jangan Anggap Enteng
- Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo, Jaksa Agung, Kapolri hingga Kapolda Metro Jaya
- Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp 196,5 Triliun
- Anwar Abbas: Anak Buah Prabowo Jadi Musuh dalam Selimut
JPNN.com




