Di Hadapan Penerima Beasiswa Tanoto Foundation, Menaker Ingatkan Tak Terjebak Fixed Mindset

Di Hadapan Penerima Beasiswa Tanoto Foundation, Menaker Ingatkan Tak Terjebak Fixed Mindset
Menaker Prof Yassierli. Foto: dok. TF

jpnn.com - PELALAWAN - Generasi muda Indonesia didorong untuk tidak berhenti sebagai pengguna teknologi.

Mereka harus berani naik kelas menjadi pengembang, penggerak, hingga pemimpin yang melahirkan berbagai inovasi untuk menjawab persoalan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat berbicara di hadapan ratusan penerima beasiswa Tanoto Foundation dalam Tanoto Scholars Gathering di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, pada 22 Juli 2026.

Menurut Yassierli, kemampuan berinovasi menjadi salah satu kunci penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Terlebih, laporan The World in 2050 yang dirilis PricewaterhouseCoopers memperkirakan Indonesia dapat menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia, setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

"Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat, pola pikir, serta kemampuan untuk menciptakan nilai baru," ujar Menaker, Selasa (4/8).

Ia menilai para Tanoto Scholar memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin, profesional, dan pemangku kepentingan yang berkontribusi terhadap terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Yassierli menegaskan bahwa inovasi tidak selalu berarti menciptakan produk baru. Inovasi merupakan kemampuan untuk menghasilkan nilai baru, baik dalam bentuk barang, jasa, model, maupun cara kerja.

Menurutnya, inovasi tidak hanya membutuhkan pengetahuan, teknologi, dan kreativitas.

Di hadapan penerima beasiswa Tanoto Foundation, Menaker Prof Yassierli mengingatkan generasi muda tak terjebak fixed mindset

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News