Di NTT, Gus Salam Disebut Mampu Mengamalkan Ajaran Sesepuh NU

Di NTT, Gus Salam Disebut Mampu Mengamalkan Ajaran Sesepuh NU
KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam (tengah). Foto: source for JPNN

jpnn.com - KUPANG - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Denanyar, Jombang, Jawa Timur yang juga kandidat calon Ketua Umum PBNU KH Abdussalam Shohib berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur akhir pekan lalu.

Gus Salam -panggilan Abdussalam Shohib, di sana, bersilaturahmi dengan PWNU dan PCNU di NTT. Dia pun salut dengan perjuangan para pengurus NU di NTT.

"Menjadi pengurus NU di NTT bukan sekadar pilihan, tetapi panggilan suci dari nurani terdalam bagi mereka yang ditempa oleh alam. Untuk mencapai pusat pemerintahan provinsi saja, Kupang, harus ditempuh dalam waktu lama. Itu pun, tidak setiap saat ada transportasi, harus antre," ujar Gus Salam.

Dalam paparan silaturahmi di Kupang itu, Gus Salam bicara salah satunya soal posisi pesantren untuk membendung paparan dan pengaruh ideologis tak sehat.

Saat dialog, selain membahas pesantren, juga muncul pembicaraan seputar kondisi faktual, masalah, dan harapan bagi masa depan NU, baik di daerah maupun di PBNU.

Para pengurus NU di NTT menyampaikan bahwa menjawab persoalan, tantangan, dan peluang NU butuh kebersamaan dan kesatuan.

"PBNU seharusnya turut menjaga dan memelihara NU itu sendiri. Merangkul dan memiliki kepedulian terhadap pengurus NU yang di luar Jawa, terkhusus di NTT. Dan, berharap NU di di NTT bisa memiliki pondok pesantren, sama seperti di Jawa,” kata Ketua PCNU Kab. Alor Kiai Latif Daka.

"Saya berharap, Ketua Umum PBNU ke depan bisa mengembalikan muruah NU, dan merangkul PCNU di luar Jawa, khususnya dalam mengembangkan program di bidang pendidikan,” ujar Kiai Zainal Muttaqin, dari PCNU Malaka.

Kandidat calon Ketua Umum PBNU Abdussalam Shohib atau Gus Salam berkunjung ke Kupang, NTT.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News