Di Tengah Lonjakan Harga Komoditas Global, Mayora Bukukan Penjualan Rp 36,68 Triliun
jpnn.com - JAKARTA - PT Mayora Indah Tbk membukukan penjualan Rp 38,68 triliun pada 2025, meningkat dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 36,07 triliun.
Capaian ini diraih di tengah berbagai tantangan global, termasuk lonjakan harga komoditas kopi dan kakao yang memberikan tekanan terhadap industri makanan dan minuman.
Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, perseroan membagikan dividen tunai Rp 60,- per saham.
Direktur PT Mayora Indah Tbk Wardhana Atmadja mengatakan sepanjang 2025, perseroan menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Tingginya harga kopi dan kakao sebagai bahan baku utama produksi, memberikan tekanan terhadap biaya produksi. Di sisi lain, kondisi pasar mengharuskan perseroan tetap menjaga daya saing harga produknya.
Perseroan terus menjalankan berbagai strategi adapatif untuk menjaga daya saing di tengah kondisi itu, di antaranya,mencakup inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya produksi, hingga harga jual kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk.
Menurut Wardhana, strategi ini menjadi fondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar domestik dan internasional.
“Kami akan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar di dalam dan luar negeri," ujar Wardhana RUPST Tahun Buku 2025, Kamis (4/6).
PT Mayora Indah Tbk membukukan penjualan Rp 38,68 triliun pada 2025 di tengah tekanan harga komoditas global.
- Peringati HPSN 2026, Mayora Grup Jaga Keberlanjutan Lingkungan di IKN
- Inflasi Januari Melonjak 3,55%, BPS Ungkap Faktornya
- Mayora Gencarkan CSR di Bidang Pendidikan, Kesehatan hingga Pemberdayaan Ekonomi
- PT. Mayora Indah Tbk Bagikan Dividen Tunai, Optimistis Laba Meningkat
- Kinerja Positif, Mayora Bagikan Dividen 37,9 Persen dari Laba Bersih
- Mayora Group Raih Penghargaan Tertinggi dari BPOM
JPNN.com




