Diadang Polisi sebelum Sampai Bundaran HI, Mahasiswa UI Dipaksa Demonstrasi di DPR
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Yatalathof Ma’shum Imawan menyebut pihaknya menerima aksi represif dari kepolisian ketika ingin berunjuk rasa atau demonstrasi ke Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6).
Menurutnya, kendaraan yang ditumpangi mahasiswa diadang polisi di kawasan Semanggi, sehingga tak berunjuk rasa ke Bundaran HI.
"Kami dipaksa melakukan demonstrasi di DPR," kata Yatalathof ditemui di area Bundaran HI, Jakarta, Jumat.
Dia mengaku sudah mengirimkan surat ke polisi terkait demonstrasi di Bundaran HI, sehingga heran polisi menyekat kendaraan massa di Semanggi.
Menurut Yatalathof, polisi tidak memberikan penjelasan ketika menyekat kendaraan mahasiswa yang mau berunjuk rasa ke Bundaran HI.
"Para polisi tidak menghiraukan hal itu, dan justru mereka malah melanggar konstitusi tersebut," katanya.
Ketua BEM FH Universitas Indonesia (UI) Anandaku Dimas Rumi menyebut surat pemberitahuan mahasiswa demonstrasi di Bundaran HI disampaikan ke Polres Jakarta Pusat.
"Kami sudah menyampaikan permintaan aksi secara tertulis kepada Kepolisian Republik Indonesia, terutama Polres Jakarta Pusat," katanya.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menyebut pihaknya menerima aksi represif ketika ingin berunjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6).
- Balita Korban Penganiayaan Ibu Tiri di Bekasi Meninggal
- Dibiayai Utang, Proyek Warning System Banjir Jakarta Dipertanyakan Realisasinya
- Polisi Sudah Mengamankan Indra Gunawan
- Ada 2 Demo di Jakarta Pusat Hari Ini, 418 Personel Gabungan Disiagakan
- Polda Sumsel Bongkar Pertambangan Ilegal Batu Bara di Kawasan IUP PTBA, Ringkus 11 Tersangka
- Gerak Cepat, Polisi Tangkap 2 Begal Bersenjata Samurai di Flyover Kopo
JPNN.com




